Era AI Menuntut Marketing Lebih Kreatif

  • 03 Agt 2026 08:52 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) membuat dunia marketing mengalami perubahan besar dalam beberapa tahun terakhir. Bisnis kini memiliki lebih banyak alat untuk membuat konten, menganalisis perilaku pelanggan, dan menjangkau pasar dengan cara yang lebih cepat.

Data dari McKinsey Global Survey on AI menunjukkan bahwa banyak organisasi mulai mengadopsi teknologi AI untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja, termasuk dalam bidang pemasaran.

Sementara itu, laporan HubSpot State of Marketing menunjukkan bahwa banyak marketer mulai memanfaatkan AI untuk membantu pembuatan konten, analisis data, serta memahami kebutuhan audiens dengan lebih baik.

Namun, teknologi AI bukan berarti menggantikan kreativitas manusia dalam marketing. AI dapat membantu menghasilkan ide dan mempercepat proses kerja, tetapi kemampuan memahami emosi pelanggan, membangun cerita, dan menciptakan koneksi tetap membutuhkan sentuhan manusia.

Marketing di era AI membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan menggunakan teknologi. Pelaku bisnis harus mampu berpikir kreatif, memahami karakter pelanggan, serta menciptakan komunikasi yang unik agar brand tetap memiliki nilai pembeda di tengah banyaknya konten digital.

Karena itu, AI bukan ancaman bagi marketer yang mau beradaptasi, tetapi peluang untuk bekerja lebih cerdas. Bisnis yang mampu menggabungkan teknologi AI dengan kreativitas manusia akan memiliki keunggulan lebih besar dalam memenangkan perhatian dan kepercayaan pelanggan. (RF/YPA)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....