Fakta di Balik Pemilihan Sapi Jantan sebagai Hewan Kurban

  • 26 Mei 2026 10:58 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Dalam perayaan Idul Adha, masyarakat sering melihat bahwa sapi yang dijadikan hewan kurban umumnya adalah sapi jantan. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengapa sapi betina lebih jarang dipilih untuk kurban. Ternyata, pemilihan sapi jantan tidak hanya dipengaruhi oleh kebiasaan masyarakat, tetapi juga berkaitan dengan pertimbangan ekonomi, peternakan, dan keberlangsungan populasi ternak.Salah satu alasan utama adalah menjaga produktivitas ternak. Sapi betina memiliki peran penting dalam menghasilkan keturunan sehingga keberadaannya sangat dibutuhkan oleh peternak. Jika terlalu banyak sapi betina dipotong, populasi ternak dapat menurun dan berdampak pada ketersediaan sapi di masa mendatang. Oleh sebab itu, sapi betina produktif biasanya dipelihara untuk pengembangbiakan.

Dalam aturan kurban sendiri, Islam sebenarnya tidak mewajibkan hewan kurban harus jantan. Sapi betina tetap sah dijadikan hewan kurban selama memenuhi syarat, seperti sehat, cukup umur, dan tidak memiliki cacat. Namun, di banyak daerah terdapat anjuran untuk menjaga sapi betina yang masih produktif agar populasi ternak tetap terjaga. Selain alasan peternakan, faktor budaya dan kebiasaan masyarakat juga memengaruhi pilihan tersebut. Banyak orang menganggap sapi jantan lebih ideal untuk kurban karena tampil lebih besar dan kuat. Pandangan ini kemudian menjadi tradisi yang terus berlangsung dari generasi ke generasi.

Pemilihan sapi jantan sebagai hewan kurban pada akhirnya bukan sekadar soal kebiasaan, tetapi juga bagian dari upaya menjaga keseimbangan peternakan dan kebutuhan masyarakat. Dengan memahami alasan di baliknya, masyarakat dapat lebih bijak dalam memilih hewan kurban sekaligus mendukung keberlanjutan peternakan di masa depan. (YE)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....