Harga Emas Bergejolak imbas Konflik Iran

  • 06 Mei 2026 14:05 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Harga emas dunia saat ini mengalami fluktasi tajam sebagai dampak dari konflik geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat. Kondisi ini membuat pasar global bergerak tidak stabil,sehingga mempengaruhi nilai emas sebagai salah satu intrumen investasi utama. Berdasarkan perkembangan terbaru, harga emas sempat berada di kisaran sekitar USD 4.600 per ons pada awal Mei 2026,setelah sebelumnya mengalami penurunan dan kenaikan secara bergantian.

Hal ini menunjukan bahwa pergerakan emas sangat sensitif terhadap situasi global,terutama konflik di kawasan timur tengah. Secara teori, emas di kenal sebagai aset "safe hewan" atau pelindung nilai saat terjadi krisis. Namun dalam konflik Iran-Amerika, kondisi pasar justru menunjukan dinamika yang berbeda. Pada beberapa momen, harga emas malah mengalami penurunan hingga hampir 2 persen akibat meningkatnya ketegangan.

Salah satu penyebab utama adalah menguatkan dolar Amerika Serikat.Dalam situasi perang, investor global cendrung beralih kedolar sebagai aset likuid,sehingga permintaan terhadap emas menurun. Selain itu, kenaikan harga suku bunga tinggi,yang akhirnya menekan harga emas.

Disisi lain, harga emas bisa kembali naik ketika muncul harapan perdamaian. Misalnya, kabar negosiasi atau gencatan senjata antara Iran dan Amerika dapat melemahkan dolar dan mendorong kenaikan harga emas hingga sekitar dua persen dalam waktu singkat.

Para analis menilai bahwa pergerakan harga emas saat ini tidak hanya di pengaruhi oleh perang semata, tetapi juga faktor ekonomi global seperti kebijakan suku bunga,inflansi, serta sentimen pasar. Dengan kondisi tersebut, harga emas di perkirakan masih akan terus berfluktasi mengikuti perkembangan konflik dan kebijakan ekonomi global. Masyakat, khususnya investor,diimabu untuk lebih bijak dalam mengambil keputusan, dan tidak hanya terpaku pada pergerakan harga jangka pendek. (RS/YPA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....