Ekspor Durian Indonesia ke China Tembus Angka Rp377,5 Miliar

  • 27 Apr 2026 19:09 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi — Indonesia mulai memperkuat posisi tawar di pasar durian global dengan melakukan ekspor besar ke China. Sejak awal 2026, total volume ekspor durian beku ke negeri tirai bambu tersebut mencapai 4.077 ton.

Nilai ekspor fantastis ini mencatatkan angka sebesar Rp377,5 miliar melalui pengiriman sebanyak 151 unit kontainer. Capaian ini muncul setelah jalur ekspor langsung ke China resmi dibuka oleh pemerintah kedua negara.

Sebelumnya, durian asal Indonesia harus melalui negara perantara sebelum bisa masuk ke pasar pasar China. Pengiriman melalui negara ketiga seperti Vietnam atau Malaysia membutuhkan waktu kirim hingga 56 hari lamanya.

Kini, melalui jalur langsung, waktu pengiriman terpangkas drastis menjadi hanya sekitar 22 hingga 26 hari. Perubahan jalur distribusi ini juga berdampak pada penurunan biaya logistik hingga mencapai angka 50 persen.

Efisiensi biaya tersebut memberikan potensi keuntungan yang jauh lebih besar bagi para petani durian lokal. Harga ekspor durian Indonesia di pasar China diketahui lima hingga tujuh kali lipat lebih tinggi.

Provinsi Sulawesi Tengah menjadi salah satu daerah penyumbang produksi durian terbesar pada tahun 2025 lalu. Kehadiran tujuh rumah kemas ekspor di wilayah tersebut semakin memperkuat daya saing produk durian nasional.

Meskipun potensi pasar China mencapai US$8 miliar per tahun, target pangsa pasar Indonesia masih tergolong kecil. Pemerintah menargetkan penguasaan pasar sebesar lima hingga sepuluh persen dengan potensi devisa Rp12,8 triliun.

Konsistensi pasokan serta kualitas pembekuan durian menjadi kunci utama untuk memenangkan persaingan dengan negara tetangga. Indonesia optimistis dapat terus meningkatkan volume ekspor guna memanfaatkan peluang besar di pasar internasional.(MK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....