Wali Kota Bukittinggi H.M Ramlan Nurmatias,SH Datuak Nan Basa Gas Startup Anak Muda

  • 16 Apr 2026 07:50 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID,Bukittinggi - Di tengah derasnya arus perubahan dan ketatnya persaingan global, harapan itu tumbuh dari sebuah ruang pelatihan di Monopoli Hotel, Kamis, 16 April 2026 Sebanyak 50 anak muda Bukittinggi berkumpul, bukan sekadar mengikuti pelatihan, tetapi menyalakan mimpi—mimpi untuk mandiri, menciptakan peluang, dan menjadi penggerak ekonomi masa depan.

Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) menggelar Pelatihan Wirausaha Muda Pemula sebagai bagian dari program unggulan “1000 Startup Gemilang”.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wali Kota Bukittinggi, H.M. Ramlan Nurmatias,SH Datuak Nan Basa sebagai bentuk nyata komitmen pemerintah dalam mencetak generasi muda yang berani melangkah ke dunia usaha.

Di ruangan itu, bukan hanya materi yang dibagikan, tetapi juga semangat, keyakinan, dan cara pandang baru tentang masa depan.

Membangun Pola Pikir, Bukan Sekadar Usaha

Plt. Kepala Disparpora Bukittinggi, Nenta Oktavia,S.STP.MPA menegaskan bahwa pelatihan ini dirancang lebih dari sekadar transfer pengetahuan teknis.

“Kita ingin membentuk entrepreneur mindset. Di era yang kompetitif seperti sekarang, yang paling penting bukan hanya punya usaha, tetapi bagaimana cara berpikir sebagai seorang wirausaha—kreatif, adaptif, dan berani mengambil peluang,” ujarnya.

Tema yang diusung, “Menumbuhkan Entrepreneur Mindset di Era Kompetitif Menuju Wirausaha yang Gemilang, Kreatif dan Mandiri,” menjadi benang merah dari seluruh rangkaian kegiatan.

Para peserta tidak hanya belajar bagaimana memulai usaha, tetapi juga bagaimana menghadapi kegagalan, membaca peluang pasar, hingga membangun mental tahan banting sebuah kualitas yang sering menjadi pembeda antara mereka yang bertahan dan yang menyerah di tengah jalan.

50 Anak Muda, 50 Cerita, 50 Harapan

Peserta pelatihan berasal dari tiga kecamatan di Kota Bukittinggi: Mandiangin Koto Selayan, Guguak Panjang, dan Aur Birugo Tigo Baleh. Masing-masing datang dengan latar belakang, ide, dan harapan yang berbeda.

Ada yang ingin mengembangkan usaha kuliner rumahan, ada yang tertarik pada bisnis digital, hingga yang masih mencari arah, tetapi memiliki keinginan kuat untuk berubah.

Selama satu hari penuh, mereka dibekali wawasan langsung dari para praktisi dan akademisi. Hadir sebagai narasumber, Andi Putra seorang entrepreneur sekaligus Anggota DPRD Bukittinggi yang membagikan pengalaman nyata jatuh bangun dalam dunia usaha. Selain itu, akademisi Dr. (Cad.) M. Nazif,SE.MM.CPS juga swbagai Direktur Akfar imam Bonjol itu memberikan perspektif ilmiah tentang strategi bisnis, serta perwakilan dari BPRS Jam Gadang yang membuka wawasan terkait akses pembiayaan usaha.

Suasana pelatihan berlangsung dinamis. Diskusi, tanya jawab, hingga berbagi pengalaman menjadi momen penting yang memperkaya pemahaman peserta.

Pesan Tegas Wali Kota: Jangan Hanya Cari Kerja, Ciptakan Lapangan Kerja

Dalam sambutannya, Wali Kota Bukittinggi, H.M. Ramlan Nurmatias, menyampaikan pesan yang tegas sekaligus menggugah.

“Kami ingin anak muda Bukittinggi ini tidak hanya berpikir untuk mencari pekerjaan. Tapi bagaimana mereka bisa menciptakan pekerjaan,” ujarnya.

Menurutnya, perubahan zaman telah menggeser pola ekonomi secara signifikan. Dunia bisnis kini tidak lagi terbatas pada ruang fisik, tetapi telah merambah dunia digital yang tanpa batas.

“Bisnis saat ini sangat bergantung pada teknologi. Kalau kita tidak mampu beradaptasi, kita akan tertinggal. Tapi kalau kita bisa memanfaatkannya, peluangnya luar biasa besar,” lanjutnya.

Ia menekankan pentingnya kreativitas dalam memasarkan produk dan jasa, terutama melalui platform digital yang mampu menjangkau pasar lebih luas secara cepat dan efisien.

Kuliner: Kekuatan Lokal yang Harus Diangkat

Bukittinggi selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Sumatera Barat, tidak hanya karena keindahan alamnya, tetapi juga kekayaan kulinernya.

Hal ini menjadi perhatian khusus pemerintah kota untuk terus mendorong sektor kuliner sebagai pintu masuk wirausaha bagi generasi muda.

“Bukittinggi ini punya kekuatan di kuliner. Makanan dan minuman kita sudah terkenal enak. Ini peluang besar yang harus dimanfaatkan,” kata Wali Kota.

Dari usaha kecil hingga yang berskala lebih besar, sektor kuliner dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang, terutama jika dikombinasikan dengan inovasi dan pemasaran digital.

Pemerintah Hadir, Ekosistem Usaha Diperkuat

Lebih jauh, Wali Kota menegaskan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam. Dukungan terhadap pelaku usaha akan terus diperkuat, baik melalui pelatihan, pendampingan, hingga pembenahan infrastruktur kota.

Pembenahan tersebut bertujuan untuk menciptakan kenyamanan bagi wisatawan, yang pada akhirnya akan berdampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat.

“Kalau kota kita nyaman, orang akan datang. Kalau orang datang, usaha masyarakat akan hidup. Inilah peluang yang harus ditangkap oleh generasi muda,” jelasnya.

Menyalakan Api yang Tidak Boleh Padam

Pelatihan ini mungkin hanya berlangsung satu hari. Namun, semangat yang ditanamkan diharapkan mampu bertahan jauh lebih lama—bahkan menjadi titik awal perubahan hidup bagi para pesertanya.

Program “1000 Startup Gemilang” bukan sekadar target angka, tetapi sebuah gerakan untuk membangun masa depan. Masa depan di mana anak muda Bukittinggi berani bermimpi, berani mencoba, dan berani gagal untuk kemudian bangkit kembali.

Dari ruang pelatihan itu, harapan mulai tumbuh. Dan dari tangan-tangan muda itulah, roda ekonomi Bukittinggi di masa depan akan terus berputar

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....