Kenapa Diskon Bisa Membuat Orang Belanja Lebih Banyak

  • 06 Feb 2026 14:35 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Diskon seringkali membuat orang merasa tergoda untuk membeli lebih banyak barang daripada yang sebenarnya mereka rencanakan. Ini bukan cuma soal harga murah; ada psikologi di balik diskon yang memengaruhi cara kita berpikir dan memilih barang.

Salah satu alasan adalah persepsi nilai tambah. Saat harga terlihat turun, otak kita menganggap kita mendapatkan lebih banyak dari yang kita bayar, sehingga pembelian terasa seperti “untung”. Rasa ini bisa mendorong kita membeli barang yang awalnya tidak ada dalam daftar belanja.

Diskon juga menciptakan rasa urgensi dan “takut ketinggalan” (FOMO). Label seperti limited time offer atau stok terbatas membuat konsumen merasa harus bertindak cepat, sehingga keputusan membeli sering dibuat secara impulsif tanpa pertimbangan matang.

Selain itu, respons otak terhadap diskon bisa seperti mendapatkan hadiah. Ketika seseorang melihat diskon yang menarik, otak melepaskan dopamin, hormon yang memberi sensasi senang dan puas. Ini membuat pengalaman belanja terasa lebih menyenangkan dan bisa mendorong orang untuk belanja lebih sering.

Strategi diskon sering digunakan oleh toko atau platform belanja karena efek-efek ini bisa meningkatkan jumlah pembelian, frekuensi kunjungan, dan loyalitas pembeli. Di sisi lain, menyadari cara kerja psikologi diskon membantu kita menjadi lebih cermat saat belanja, supaya tidak terjebak membeli hal-hal yang sebenarnya tidak dibutuhkan.(STP)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....