Ditulis Oleh :
Dr. Gusrizal Dt Salubuak Basa
(Pemerhati Lingkungan)
RRI.CO.ID,Bukittinggi - Bila Anda berkunjung ke Kota Bukittinggi maka Anda dengan mudah mencari banyak tempat wisata kuliner, salah satunya "Food Court" megah yang diberi level nama mentereng "Stasiun Lambuang".
Tempat itu berlokasi di pusat Kota Bukittinggi dan digadang-gadang oleh Walikotanya waktu itu akan menjadi salah satu tempat wisata kuliner terbesar di Bukittinggi bahkan janjinya yang terbesar di Sumatra Barat.
/bvgm1sqqswvbpzf.jpeg)
Bagaimana tidak, yang meresmikan saja Mentri BUMN RI DR. Erick Tohir dan disaksikan bersama beberapa anggota DPR RI, ini jarang terjadi untuk tempat jajan seperti itu, sekelas Menteri yang meresmikan, ini tentu saja sangat luar biasa.
Namun, kehadiran seorang Menteri serta janji manis yang disampaikan, itu tidak seindah yang dibayangkan. Hanya kurang dari dua tahun, tepatnya tanggal 6 Maret 2024, (ketika diresmikan waktu itu), saat ini tempat wisata kuliner tersebut nyaris tinggal onggoan besi tua, nyaris tidak nampak aktifitas usaha di tempat ini. Sebagai pemerhati lingkungan, saya khawatir tempat ini akan berubah nama menjadi "Monumen Lambuang".

Kekhawatiran ini mulai nampak semakin jelas. Bagaimana tidak, sekarang Walikota baru, telah memberi izin kepada para pedagang untuk kembali berjualan di sepanjang jalan Moh. Syafei. 'Itu lah basuo bak pepatah urang awak sanak, Siriah lah baliak ka gagangnyo, Pinang lah suruik katampuaknyo'.
Disinilah duduk personalan Kepala Daerah saat ini dalam membuat perencanaan kota yang tidak matang dan terkesan asal.
Mari kita belajar dari saudara tetangga kita di Tailan Selatan. Saya bukan pejabat daerah, namun sewaktu melalukan kunjungan ke luar daerah, selalu memperhatikan apa-apa yang baik itu dan coba memvisualkannya dalam bentuk tulisan. Beberapa waktu lalu saya sempat berkunjung ke Tailan selatan.
Malam hari sesudah kegitan selesai, saya dibawa keliling-keliling oleh mitra kerja untuk mencicipi hidangan makan malam di salah satu pasar tradisional. Begitu sampai di tempat perbelanjaan tersebut, pikiran saya langsung teringat akan Stasiun Lambuang yang ada di Bukittinggi.
Seperti yang Anda lihat beberapa foto dalam tulisan ini dan bila diperhatikan, makanan yang ada di sana ya lebih kurang samalah dengan jajanan pasar malam para umumnya seperti kita yang ada di sepanjang jalan Moh. Syafei (sepanjang stasiun).
Yang membedakannya adalah, Pemerintah Daerah menyiapkan lahan (ya seperti lahan yang ada di lahan stasiun yang ada sekarang) namun para pedagang diatur menempati ruang-ruang yang sudah disiapkan, sangat sederhana namun terkesan rapi dan biaya sewanyapun sangat terjangkau oleh pedagang.
Saya hanya dapat memberikan masukan dan ide kepada Walikota, agar dapat mengelola Kota tidak seperti sekarang ini, membiarkan pedagang yang seenaknya berjualan di setiap sudut kota.
Tugas Pemerintah daerah tu adalah mengelola industri ekonomi masyarakat agar tertib dan rapi. Satu lagi konci sukses kepala daerah dalam mengelola Kota, harus ada Rasa Aman dan Nyaman, itu aja kuncinya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....