Jerami Padi Jadi Bahan Bakar, Inovasi Energi

  • 12 Nov 2025 17:40 WIB
  •  Bukittinggi

KBRN, Bukittinggi: Inovasi energi baru dari limbah pertanian, yang dikenal dengan nama Bobibos, terus menarik perhatian publik. Produk ini diklaim mampu mengubah jerami padi—sisa panen yang selama ini melimpah—menjadi Bahan Bakar Nabati (BBN) berkinerja tinggi. Inovator mengklaim bahwa Bobibos memiliki nilai oktan (RON) yang sangat tinggi dan emisi yang nyaris nol, menjanjikan solusi energi yang lebih ramah lingkungan.

Klaim dari PT. Inti Sinergi Formula, produsen Bobibos, menyebutkan bahwa bahan bakar ini memiliki nilai oktan setara dengan RON 98. Angka ini setara dengan bahan bakar bensin kelas premium yang beredar di pasaran. Mereka berharap kualitas ini dapat didukung dengan harga jual yang lebih terjangkau karena bahan baku utamanya berasal dari limbah.

Pemilihan jerami sebagai bahan baku didasarkan pada riset yang berfokus pada potensi biomassa non-pangan. Jerami memiliki ketersediaan yang melimpah dan tidak memerlukan biaya tanam, sehingga secara teori dapat menekan Harga Pokok Produksi (HPP) dibandingkan BBN yang menggunakan bahan pangan. Ini merupakan kunci untuk mencapai harga jual yang kompetitif.

Terkait proses pembuatannya, produsen menjelaskan bahwa mereka menggunakan proses ekstraksi "bio chemistry" melalui lima tahapan khusus. Proses ini melibatkan penggunaan "serum rahasia" yang dirancang untuk memecah komponen struktural utama jerami, yaitu selulosa, hemiselulosa, dan lignin.

Secara ilmiah, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) membenarkan bahwa struktur jerami memang memungkinkan untuk diolah menjadi bahan bakar alternatif. Para peneliti menjelaskan bahwa biomassa dapat dikonversi menjadi energi melalui metode termokimia atau biokimia. Proses biokimia melibatkan pemanfaatan mikroorganisme atau enzim untuk mengurai biomassa menjadi komponen yang lebih sederhana.

Namun, inovasi ini memicu reaksi hati-hati dari pemerintah. Kementerian ESDM menyatakan bahwa inovasi harus melewati uji kelayakan komersial dan, yang terpenting, uji keselamatan dan kualitas bahan bakar. Ini merupakan prasyarat mutlak sebelum izin produksi massal dapat dikeluarkan.

Akademisi dan praktisi energi sangat mendukung inovasi ini, namun meminta adanya uji validasi yang transparan dan ketat. Lembaga resmi seperti Lemigas (Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi) disarankan untuk segera menguji produk Bobibos guna memverifikasi nilai oktan, emisi, dan kestabilan bahan bakar secara ilmiah.

Potensi pengolahan jutaan ton jerami padi yang selama ini terbuang menjadi energi bersih dan terjangkau memberikan harapan besar. Kolaborasi antara inovator, akademisi, dan pemerintah sangat dibutuhkan agar potensi emas hijau pertanian ini dapat menjadi solusi energi berkelanjutan bagi Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....