Jaket, Dari Pelindung Tubuh hingga Identitas Gaya Hidup
- 17 Sep 2025 23:03 WIB
- Bukittinggi
KBRN, Bukittinggi: Jaket selama ini dikenal sebagai pelindung tubuh dari dingin, hujan, atau panas. Namun seiring perkembangan zaman, jaket telah menjelma menjadi bagian penting dari gaya hidup dan industri fashion. Dari jaket kulit yang klasik, jaket jeans yang santai, hingga jaket bomber yang populer di kalangan anak muda, setiap jenis jaket punya cerita dan peminatnya sendiri.
Menurut Dina Mariska, pemerhati fashion dan dosen desain mode di salah satu perguruan tinggi di Jakarta, jaket memiliki fungsi sosial dan psikologis yang unik. “Jaket tidak lagi sebatas pakaian luar, tetapi juga menjadi pernyataan identitas. Banyak komunitas atau individu mengekspresikan karakter mereka melalui pilihan jaket yang dikenakan,” ujarnya.
Hal itu terlihat jelas dalam berbagai komunitas. Pengendara motor identik dengan jaket kulit atau jaket tebal yang melindungi mereka di jalan. Mahasiswa punya kebanggaan tersendiri dengan jaket almamater. Sementara itu, komunitas olahraga atau musik sering menjadikan jaket sebagai simbol kebersamaan.
Selain faktor budaya dan identitas, inovasi teknologi juga memberi napas baru pada dunia jaket. Beberapa brand fashion internasional mulai mengembangkan jaket pintar (smart jacket) yang dilengkapi fitur pemanas tubuh, sensor suhu, bahkan bisa terhubung ke smartphone.
Di Indonesia, produsen lokal juga berlomba menghadirkan jaket anti-air, jaket parasut ringan, hingga jaket berbahan daur ulang ramah lingkungan.
Tren ini juga berdampak pada industri kreatif. Banyak anak muda memanfaatkan jaket sebagai media karya, dengan menambahkan desain lukis tangan, bordir, atau patch unik. Menurut Dina, tren personalisasi jaket ini akan semakin berkembang ke depan.
“Konsumen sekarang ingin sesuatu yang personal. Jaket bisa menjadi kanvas yang menampilkan siapa diri mereka,” tambahnya.
Tidak heran, meski fungsi utamanya adalah melindungi tubuh, jaket kini lebih dari sekadar pakaian. Ia telah menjadi simbol gaya, identitas, bahkan kreativitas lintas generasi. (SD/YPA)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....