Fakta Menarik Jam Gadang Icon Bukittinggi

  • 23 Jun 2025 15:11 WIB
  •  Bukittinggi

KBRN, Bukittinggi: Jam gadang merupakan sebuah icon yang tak asing di Bukittinggi, Sumatera Barat. Telah menjadi saksi bisu perjalanan sejarah kota selama hampir satu abad.

Menara Jam yang menjulang tinggi ini, tidak hanya sekadar penunjuk waktu, tetapi juga menjadi objek wisata yang menarik perhatian pengunjung dari berbagai penjuru.

Dengan arsitek yang uniknya yang menggabungkan unsur lokal daan Eropa, Jam Gadang sering dibandingkan dengan Big ben London, meskipun memiliki karakteristik tersendiri yang khas.

Jam Gadang sebuah menara Jam setinggi 26 meter yang menjadi icon Kota Bukittinggi, Sumatera Barat yang memiliki sejarah menarik.

Pembangunan menara ini berawal dari sebuah hadiah istimewa, pada tahun 1926 Ratu Wilhelmina dari Belanda. Hadiah berupa menara jam ini tidak hanya dimaksudkan sebagai penghargaan pribadi, akan tetapi juga sebagai simbol kekuasaan kolonial Belanda, di Sumatera barat.

Pada awalnya, atap Jam Gadang berbentuk bulat dengan patung ayam jantan di puncaknya.

Namun setelah Indonesia merdeka, atap tersebut diganti menjadi bentuk gonjong yang merupakan ciri khas arsitektur tradisional Minangkabau.Menara Jam Gadang ini memiliki fungsi praktis sebagai penunjuk waktu dan menyimpan nilai strategis dan simbolis.

Pelihan lokasi di pusat kota Bukittinggi juga memiliki makna strategis, memgungat posisinya yang berdekatan dengan Pasar atas dan istana Mohamad hatta, tikoh proklamator kemerdekaan Indonesia.

Bagi masyarakat Bukittinggi, Jam Gadang bukan hanya monumen fisik, melainkan saksi bisu dari sejarah panjang yang di alami kota ini, mulai dari masa kolonial hingga era kemerdekaan. (EL/YPA)

Sumber berita: Banyuwangi.viva.co.id

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....