Pitohui, Burung beracun asal Papua Nugini

  • 07 Feb 2025 21:03 WIB
  •  Bukittinggi

KBRN Bukittinggi; Burung yang berasal dari Papua ini disebut sebagai burung beracun pertama di dunia dan satu satunya telah di konfirmasi secara ilmiah. Untuk menguji hipotesis dari burung ini seseorang mengambil bulu pitohui dan memasukan nya kedalam mulut, sesat kemudian seseorang tersebut merasakan mati rasa dan bahkan rasa sakit yang menyebar ke mulut.

Sebagian warga setempat menyebutnya dengan burung sampah, karena memberikan bau yang tidak sedap ketika dimasak, dan menjadi pilihan terakhir ketika tidak ada lagi makanan.

Pada awalnya racun Pitohui diketahui berada di balik kulit dan bulu. Namun penelitian menyebutkan bahwa tulang dan organ internal burung tersebut juga mengandung racun meskipun dalam konsentrasi yang jauh lebih rendah. Sumber racun pada burung ini telah menjadi perdebatan besar di antara para ilmuwan. Alasan lainnya adalah, racun pada kulit dan bulu Pitohui dirancang untuk menjauhkan dari parasit.

Ada beberapa fakta tentang burung Hooded Pitohui ini yaitu, satu satunya jenis burung beracun, gigitannya yang beracun, tubuh dipenuhi racun, menjadi santapan darurat warga Papua, memiliki paruh dan kaki yang kuat. Selain itu burung ini memiliki bentuk panjang sekitar 23 sentimeter dengan kaki dan paruh yang kuat.

Hooded Pitohui memiliki warna yang cerah, dengan perut merah bata dan kepala hitam legam serta cakar yang tajam. Burung jantan dan betina memiliki warna yang sama. Saat terancam, burung ini menegakkan bulu kepala untuk membentuk sebuah jambul. Hooded Pitohui hidup di hutan hujan tropis Papua Nugini dari hutan yang rendah ke permukaan laut

Sumber berita; kumparan.com

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....