Jejak kereta api di Sumatera Barat

  • 06 Jan 2025 21:54 WIB
  •  Bukittinggi

KBRN Bukittinggi; Keberadaan kereta api sebagai salah satu sarana transportasi masal semenjak zaman Belanda, tidak terlepas dari kekayaan alam yang tersimpan dalam bumi Indonesia. Pembangunan jalan kereta api di nusantara yaitu dimulai pada 15 Agustus 1840 oleh seorang militer Belanda Kolonel Jhr Van Der Wijk di pulau Jawa dengan tujuan untuk mempermudah pengangkutan hasil bumi.

Setelah sukses pembangunan jalan kereta api di Jawa, setelah itu pembangunan jalan jalur kereta api tersebut mulai merambah beberapa daerah di Sumatera. Seperti di Sumatera Barat tahun 1891, Aceh tahun 1874, Sumatera Utara tahun 1886, Sumatera Selatan tahun 1914 dan Sulawesi tahun 1922.

Di Sumatera Barat, kehadiran kereta api mulai melahirkan kota kota Kolonial, terutama Kota yang di lalui kereta api seperti, Kota PAdang, Bukittinggi, Payakumbuh, Padang Panjang, dan Sawahlunto. Pada awalnya pembangunan rel kereta api dilakukan untuk membawa hasil pertanian dari pedalaman Minangkabau ke Kota Padang.

Lebih lanjut pembangunan jalur kereta api di Sumbar merupakan efek dominodari dibukanya tambang batu bara ombilin Sawahlunto yang berdampak juga terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat serta pemerintah Kolonial Belanda.

Kondisi daerah di Sumatera Barat yang dinominasi oleh bukit bukit dan lembah, membuat Belanda menggunakan tehknologi yang sedikit berbeda dari biasanya. Yaitu dengan menggunakan rel gerigi untuk tanjakan serta jembatan tinggi untuk melintasi lembah. Bahkan terdapat dua jenis rel yang digunakan yaitu rel biasa ( adhesi baan ) untuk kereta yang berpotensi di daerah pegunungan. Salah satu jembatan yang terkenal adalah jembatan yang berada di kawasan lembah Anai.

Sumber berita; langgam.id

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....