Nuskan Sjarif, Pionir Modernisasi Musik Minang

  • 06 Okt 2026 11:56 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID,Bukittinggi - Nuskan Sjarif merupakan salah satu musisi dan pencipta lagu Indonesia yang dikenal memiliki peran penting dalam perkembangan musik Minang modern. Melalui kreativitasnya dalam memainkan gitar elektrik, ia mampu menghadirkan nuansa instrumen tradisional Minangkabau seperti saluang, talempong, dan rabab ke dalam aransemen musik modern.

Nuskan Sjarif lahir di Medan, Sumatera Utara, pada 4 Juni 1935. Selain dikenal sebagai musisi dan pencipta lagu, ia juga berprofesi sebagai guru olahraga serta penata musik film.

Kemampuannya menggabungkan unsur musik tradisional dengan instrumen modern menjadikan Nuskan sebagai salah satu tokoh yang ikut membentuk karakter musik Pop Minang pada masanya.

Mendirikan Orkes Kumbang Tjari

Pada 1961, Nuskan Sjarif bersama penyanyi legendaris Minang, Elly Kasim, mendirikan Orkes Kumbang Tjari. Grup musik tersebut menjadi salah satu wadah bagi keduanya untuk memperkenalkan lagu-lagu Minang dengan sentuhan aransemen yang lebih modern.

Melalui Orkes Kumbang Tjari, sejumlah lagu daerah Minang direkam dan dipopulerkan dalam bentuk musik yang lebih dekat dengan perkembangan musik populer pada masa itu.

Perjalanan musik Nuskan sempat terhenti sementara pada 1963. Ia mendapat tugas sebagai guru olahraga di Sukarnapura, yang kini dikenal sebagai Kota Jayapura, Papua.

Setelah kembali dari Papua, Nuskan kembali aktif berkarya. Ia menghasilkan sejumlah rekaman dalam bentuk piringan hitam dan kaset yang kemudian menjadi bagian dari perjalanan panjang musik Minang modern.

Melahirkan Lagu-Lagu Minang

Nuskan Sjarif dikenal sebagai pencipta sekaligus penata musik sejumlah lagu Minang yang hingga kini masih dikenal oleh masyarakat.

Beberapa karya yang dikaitkan dengan namanya antara lain Ratok Denai Dalam Hati, Jaso Mandeh, Randang Darek, Mak Tatji, dan Pasan Buruang.

Karya-karyanya memperlihatkan kemampuannya dalam mengolah melodi dan warna musik tradisional Minangkabau dengan pendekatan aransemen modern.

Merambah Dunia Perfilman

Selain berkarya di dunia musik daerah, Nuskan Sjarif juga berkiprah dalam industri perfilman nasional sebagai penata musik.

Kariernya sebagai penata musik film mulai berkembang sejak dekade 1970-an. Salah satu film yang menjadi bagian dari perjalanan tersebut adalah Cinta Rahasia pada 1976.

Nuskan juga terlibat dalam penataan musik sejumlah film lainnya, di antaranya Mustika Ibu, Liku-Liku Panasnya Cinta pada 1976, Garis-Garis Hidup pada 1977, dan Rosita pada 1978.

Nuskan Sjarif meninggal dunia di Jakarta pada 13 Februari 2007 dalam usia 71 tahun dan dimakamkan di Bojongsari, Depok.

Warisan musiknya tetap menjadi bagian penting dalam sejarah perkembangan musik Minang. Kreativitasnya dalam memadukan instrumen modern dengan karakter bunyi tradisional menjadi salah satu tonggak yang memperluas warna musik Minangkabau dan membuatnya semakin dikenal di tingkat nasional. (ER)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....