Mengenal Proses Mangarok dalam Pembuatan Songket Pandai Sikek

  • 06 Okt 2026 11:58 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Tanah Datar- Dalam proses pembuatan songket Pandai Sikek, terdapat sejumlah tahapan yang membutuhkan ketelitian dan keterampilan tinggi. Salah satunya adalah proses pembuatan kerak atau mangarok, yakni penataan benang lungsi agar terbagi menjadi dua lapisan untuk membentuk celah tempat masuknya benang pakan.

Dalam proses tersebut, perajin menggunakan karok atau alat pengatur persilangan benang. Tahapan ini menjadi salah satu bagian penting sebelum proses pembentukan motif songket dilakukan.

Kesalahan dalam pembagian benang lungsi pada karok dapat memengaruhi struktur kain. Kondisi tersebut juga dapat menyebabkan motif benang emas atau perak tidak terbentuk secara tepat.

Diawali dengan Menyapuk

Proses pembuatan kerak dilakukan setelah benang lungsi atau benang tegak dimasukkan ke dalam gigi sisir tenun melalui tahapan menyapuk. Setelah itu, ujung benang ditarik ke arah belakang bentangan alat tenun tradisional Minangkabau yang disebut panta.

Selanjutnya, perajin mulai menata benang lungsi untuk dimasukkan ke dalam mata karok. Benang dimasukkan satu per satu ke dalam lingkaran atau mata tali yang terdapat pada karok.

Proses tersebut dilakukan secara berselang-seling. Benang lungsi dibagi ke dalam kelompok tertentu, misalnya benang bernomor ganjil dimasukkan ke karok pertama, sedangkan benang bernomor genap dimasukkan ke karok kedua.

Membentuk Mulut Benang

Setelah benang lungsi terbagi ke dalam kelompok karok, masing-masing karok dihubungkan dengan pijakan kaki atau pedal yang dalam istilah setempat dikenal sebagai paluluah.

Ketika penenun menginjak salah satu pedal, karok akan terangkat sehingga sebagian benang lungsi bergerak ke atas dan sebagian lainnya tetap berada di bawah. Pergerakan tersebut membentuk celah yang disebut mulut benang.

Celah inilah yang menjadi jalur bagi torak atau sekoci untuk membawa benang pakan melintasi benang lungsi secara bolak-balik.

Tahap Awal Pembentukan Motif

Setelah struktur kerak kain dasar terbentuk, proses penenunan dapat dilanjutkan dengan teknik pembentukan motif, salah satunya melalui teknik cukie atau menjongket.

Pada tahap ini, perajin menggunakan lidi atau bilah bambu khusus yang disisipkan di antara benang lungsi untuk memisahkan jalur tertentu. Teknik tersebut memungkinkan benang emas atau perak disisipkan sesuai pola yang telah dirancang.

Melalui ketelitian dalam proses tersebut, berbagai motif khas songket Pandai Sikek dapat terbentuk, di antaranya motif batang pinang, bijo bayam, dan saluak laka.

Proses mangarok menunjukkan bahwa pembuatan songket Pandai Sikek tidak hanya membutuhkan keterampilan menenun, tetapi juga ketelitian dalam mengatur setiap helai benang. Setiap tahapan menjadi bagian penting untuk menghasilkan kain songket dengan struktur kuat dan motif yang presisi.

Keahlian tersebut diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian dari kekayaan pengetahuan tradisional masyarakat Minangkabau dalam menjaga keberlanjutan kerajinan tenun songket Pandai Sikek. (ER)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....