Aman Datuk Madjoindo, Sastrawan Minangkabau Pencipta Si Doel
- 06 Okt 2026 11:59 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID,Bukittinggi - Novel Si Doel Anak Betawi merupakan salah satu karya sastra legendaris yang hingga kini melekat dengan identitas dan kebudayaan Betawi. Namun, di balik karakter Si Doel yang dikenal dengan logat dan kehidupan masyarakat Betawi, terdapat sosok sastrawan asal Minangkabau, Aman Datuk Madjoindo.
Aman Datuk Madjoindo lahir di Nagari Supayang, Solok, Sumatera Barat, pada 5 Maret 1896. Ia wafat pada 5 September 1969. Sosoknya dikenal sebagai salah satu sastrawan terkemuka Angkatan Balai Pustaka sekaligus penulis produktif yang menghasilkan berbagai karya sastra dan buku cerita anak.
Novel Si Doel Anak Betawi pertama kali diterbitkan Balai Pustaka pada 1932. Karya tersebut kemudian menjadi salah satu karya paling dikenal yang mengangkat kehidupan masyarakat Betawi serta pentingnya pendidikan bagi anak-anak.
Pendidikan dan Awal Karier
Aman Datuk Madjoindo berasal dari keluarga sederhana di Nagari Supayang, Kecamatan Payung Sekaki, Solok. Ia mengawali pendidikan di Hollandsch-Inlandsche School (HIS) di Solok.
Setelah menyelesaikan pendidikan dasar, Aman melanjutkan pendidikan ke Kweekschool atau Sekolah Raja di Bukittinggi. Ia menyelesaikan pendidikan tersebut pada 1911.
Setahun kemudian, Aman mulai mengabdikan diri sebagai guru. Selama hampir tujuh tahun, yakni 1912 hingga 1919, ia mengajar di sejumlah sekolah di Solok dan Padang.
Perjalanan kariernya kemudian berlanjut ke dunia penerbitan. Pada 1920, Aman pindah ke Jakarta dan bergabung dengan Balai Pustaka. Di lembaga penerbitan tersebut, ia menjalani berbagai pekerjaan, mulai dari korektor, penerjemah, hingga pembantu editor.
Aman juga dipercaya mengasuh rubrik cerita anak pada majalah Panji Pustaka. Pengalamannya di dunia penerbitan turut memperkuat kiprahnya sebagai penulis yang produktif.
Setelah mengabdi selama puluhan tahun, Aman pensiun dari Balai Pustaka pada akhir Juni 1958. Ia kemudian sempat bergabung dengan penerbit Djambatan.
Karya-Karya Aman Datuk Madjoindo
Sepanjang perjalanan kepengarangannya, Aman Datuk Madjoindo menghasilkan lebih dari 20 buku. Karyanya mencakup novel, terjemahan, saduran, hingga karya keagamaan.
Selain Si Doel Anak Betawi yang terbit pada 1932, sejumlah karya penting lainnya antara lain Menebus Dosa yang juga terbit pada 1932, serta Sebabnya Rafiah Tersesat pada 1934.
Pada 1942, ia menerbitkan Si Cebol Rindukan Bulan, salah satu karya fiksi yang lahir pada masa pendudukan Jepang.
Aman juga menghasilkan karya keagamaan berupa tafsir Al-Qur'an. Karya tersebut disebut menjadi salah satu karya terakhir yang diselesaikannya setelah menunaikan ibadah haji ke Mekah, sebelum kondisi penglihatannya semakin menurun.
Sosok Aman Datuk Madjoindo menunjukkan bahwa karya sastra yang menggambarkan suatu kebudayaan tidak selalu lahir dari penulis yang berasal dari kebudayaan tersebut. Melalui Si Doel Anak Betawi, sastrawan kelahiran Solok itu justru berhasil menciptakan karakter yang kemudian menjadi bagian penting dari khazanah budaya populer Betawi dan Indonesia. (ER)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....