Masihkah Pepatah Minangkabau Relevan untuk Anak Muda Hari Ini?

  • 14 Sep 2026 09:40 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Di tengah kehidupan yang semakin modern, pepatah Minang mungkin terdengar seperti sesuatu yang berasal dari masa lalu. Padahal, banyak nasihat di dalamnya masih relevan untuk membantu anak muda menghadapi kehidupan hari ini.

Pepatah Minang bukan sekadar rangkaian kata yang indah, tetapi menyimpan nilai tentang cara bersikap, menghargai orang lain, dan menjalani kehidupan. Salah satunya adalah “Alam takambang jadi guru”, yang mengajarkan kita untuk terus belajar dari lingkungan dan pengalaman.

Di era media sosial, anak muda juga membutuhkan pegangan agar tidak mudah terbawa arus. Prinsip “Dima bumi dipijak, di sinan langik dijunjuang” mengingatkan pentingnya menghargai aturan, kebiasaan, dan lingkungan tempat kita berada.

Nilai kebersamaan dalam budaya Minangkabau juga terasa penting ketika kehidupan semakin individualistis. Pepatah “Duduak samo randah, tagak samo tinggi” mengajarkan semangat kesetaraan dan penghargaan terhadap sesama tanpa memandang latar belakang.

Menariknya, pepatah lama tidak harus diterapkan dengan cara yang kaku dalam kehidupan modern. Nilainya dapat diterjemahkan melalui hal-hal sederhana, seperti menghormati orang tua, menjaga tutur kata, bertanggung jawab, dan tidak mudah merendahkan orang lain.

Anak muda juga memiliki peran besar dalam membuat pepatah Minang tetap hidup di tengah perubahan zaman. Nilai-nilai tersebut bisa dikenalkan melalui pendidikan, percakapan sehari-hari, konten digital, karya seni, hingga media sosial dengan kemasan yang lebih dekat dengan generasi sekarang.

Pepatah Minang bukan sekadar warisan dari generasi terdahulu, tetapi bekal nilai yang masih bisa digunakan hingga hari ini. Zaman boleh berubah dan teknologi boleh semakin maju, tetapi kebijaksanaan yang baik tetap layak dijaga dan diwariskan. (SG)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....