Olah Raga Pacu Kuda di Bukittinggi Tradisional yang sarat Sejarah dan Budaya

  • 02 Sep 2026 11:01 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi – Olahraga pacu kuda memegang peranan penting dalam kebudayaan masyarakat Sumatera Barat, khususnya di Kota Bukittinggi. Tidak hanya menyajikan adu kecepatan dan ketangkasan penunggangnya, pacu kuda telah bertransformasi menjadi bagian dari identitas warisan budaya Minangkabau.

Di Bukittinggi, tradisi ini berpusat di Gelanggang Bukik Ambacang. Berdasarkan publikasi penelitian sejarah tahun 2026, arena ikonik tersebut telah menghelat perlombaan pacu kuda sejak sekitar tahun 1889 dan tercatat sebagai salah satu gelanggang pacu kuda tertua di Indonesia.

Selain nilai keolahragaan yang menguji keberanian dan keseimbangan joki, penyelenggaraan pacu kuda juga berdampak positif pada aspek sosial dan ekonomi. Kehadiran ribuan penonton dari berbagai daerah menjadikannya sebagai ruang silaturahmi, hiburan rakyat, sekaligus penggerak roda ekonomi bagi pedagang dan UMKM di sekitar arena.

Guna mempertahankan eksistensinya sebagai atraksi wisata budaya unggulan, pelestarian pacu kuda ke depan dinilai perlu mengedepankan prinsip sportivitas, keselamatan joki dan kuda, standar kesejahteraan hewan (animal welfare), serta pelibatan aktif masyarakat lokal secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....