Pendidikan Peradaban Berbasis Alam Takambang Jadi Guru

  • 30 Agt 2026 20:38 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Kearifan lokal Minangkabau menyimpan nilai filosofis mendalam yang sangat relevan bagi dunia pendidikan modern saat ini. Falsafah Alam Takambang Jadi Guru diangkat sebagai nilai inti dalam pembelajaran berbasis peradaban.

Nurza Febrianto, Direktur Pendidikan Sekolah Alam Bukittinggi pada program Selamatkan Alam Bersama Aksi Inspiratif (SABAI) di Programa 4 dan kanal Youtube RRI Bukittinggi menceritakan, gagasan ini lahir dari perenungan tentang pentingnya mengembalikan proses belajar kepada realitas lingkungan hidup sekitar.

“Alam takambang jadi guru ini diadopsi menjadi nilai atau value inti di sekolah,” jelasnya.

Alam semesta dipandang sebagai ruang belajar sekaligus laboratorium raksasa yang menyediakan pelajaran hidup tanpa batas. Fenomena alam yang terjadi diserap oleh peserta didik melalui proses pengamatan dan eksplorasi secara langsung.

Nurza menambahkan, anak-anak diajak berpikir reflektif melalui pengamatan terhadap vegetasi, cuaca, hingga keteraturan siklus kehidupan alam. Metode ini membangun kesadaran spiritual akan keagungan pencipta sekaligus menumbuhkan kepedulian menjaga kelestarian lingkungan.

Implementasi nilai lokal ini membuktikan bahwa pendidikan modern tidak perlu mencerabut akar budaya dari mana anak berasal. Sekolah justru memanfaatkan kearifan lokal sebagai media penguat identitas diri peserta didik di era global.

Menjadikan alam sebagai sumber belajar melahirkan generasi yang bijaksana dalam mengelola sumber daya bumi di masa depan. Pendidikan berbasis kearifan lokal adalah investasi berharga demi menjaga keberlanjutan kehidupan peradaban manusia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....