Marawa, "Bendera Kebesaran, bukan Sekedar Umbul-umbul"
- 22 Agt 2026 17:48 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Disetiap sudut Ranah Minang, saat perhelatan adat digelar, bendera tiga warna yang gagah berkibar menjadi penanda, itulah Marawa, yaitu bendera kebesaran yang bukan sekedar umbul umbul atau hiasan melainkan sebuah pusaka visual yang sarat akan filosofi, sejarah, dan identitas masyarakat Minangkabau.
Dikutip dari buku kajian masyarakat Indonesia dan multikulturalisme berbasis kearifan lokal karya M.Japar , bendera Marawa adalah simbol yang mempresentasikan masyarakat, alam, dan Budaya Minangkabau.
Marawa yang terdiri dari tiga warna yaitu Hitam, Merah, Kuning, adalah urutan warnanya yang unik dan berfungsi sebagai identitas bagi setiap lihak. Warna marawa sendiri adalah, bersumber dari Tambo Alam Minangkabau dan telah digunakan sejak zaman kerajaan Pagaruyung di abad ke 14. Marawa adalah representasi keselarasan alam, masyarakat, dan adat yang menjadi pilar kehidupan orang orang Minang.
Marawa adlah kebesaran adat Minangakabau yang paling sakral, terdiri dari perpaduan warna hitam, kuning, merah, dan putih. Marawa ini digunakan khuus pada acara upacara adat kebesaran.
Warna hitam melambangkan, sifat tahan tempa yaitu cerminan dari kaum ninik mamak (pemangku adat), warna Kuning, melambangkan keberanian yang identik dengan cadiak pandai (kaum cerdik pandai), Merah melambangkan keberanian (mewakili alim ulama).
Bendera tiga warna ini sering kita jumpai dan merupakan lambang pencerminan dari wilayah adat Luhak Nan Tigo, Tiga daerah induk Minangkabau. Meskipun warnanya sama, susunannya berbeda, tergantung pada luhak tempat acara diadakan. Susuanan acara ini dipasang secara vertikal (tegak) yang melambangkan falsafah tagak samo tinggi duduak samo randah ( berdiri sama tinggi, duduk sama rendah).
Perbedaan warna pada Marawa ini menjadi identitas yang unik bagi setiap Luhak. Untuk Luhak Tanah Datar (Nan Tuo) susunannya yaitu , Hitam, Merah kuning, untuk Luhak Agam (Nan Tangah) yaitu, Hitam kuning, merah, untuk Luhak limo Puluah Kota (Nan Bungsu) yaitu Kuning, merah hitam.
Setiap kibaran warnanya menceritakan kisah tentang adat yang luhur, dan kepemimpinan yang seimbang. Marawa adalah salah satu denyut nadi kebudayaan Minangkabau yang Agung. (ELB/YPA)
Sumber berita : https://www.detik.com
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....