Tikuluak Ikek Barumbai, Identitas Luhak Lima Puluh Kota

  • 10 Agt 2026 11:39 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Limo Puluah Kota — Tikuluak Ikek Barumbai atau dikenal juga dengan sebutan Tengkuluk Ikek Bajambuah merupakan salah satu penutup kepala tradisional perempuan Minangkabau yang khas dari kawasan Luhak Limo Puluah Kota, meliputi Kota Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat.

Penutup kepala ini menjadi bagian dari busana adat Bundo Kanduang dan memiliki karakter yang berbeda dibandingkan tikuluak di sejumlah daerah Minangkabau lainnya. Salah satu ciri utamanya terdapat pada bentuk tanduk di sisi kiri dan kanan yang dibuat pepat, tumpul, atau datar.

Bentuk tersebut berbeda dengan sebagian jenis tikuluak tanduak yang memiliki ujung lebih runcing. Struktur tanduak pepat menjadi salah satu identitas visual Tikuluak Ikek Barumbai yang berkembang di wilayah Luhak Limo Puluah.

Sesuai namanya, ciri lainnya terdapat pada aksen rumbai atau jambuah. Hiasan berupa rumbai, benang hias, atau jumbai berwarna keemasan dapat menjuntai di bagian sisi maupun belakang kepala. Ornamen tersebut memberikan kesan anggun sekaligus memperkuat kemegahan busana adat.

Sementara istilah ikek merujuk pada cara penutup kepala tersebut dibentuk melalui lilitan kain. Tikuluak dibuat menggunakan selendang songket atau kain tenun adat yang dililit dan dibentuk mengelilingi kepala hingga menghasilkan struktur yang kokoh.

Dalam penggunaannya, Tikuluak Ikek Barumbai menjadi bagian dari busana perempuan dalam sejumlah kegiatan adat. Penutup kepala ini dapat dikenakan dalam prosesi besar, seperti alek batagak panghulu, mengiringi pengantin atau maanta marapulai, serta berbagai kegiatan dan festival budaya.

Selain memiliki nilai estetika, Tikuluak Ikek Barumbai juga mengandung makna filosofis. Bentuk tanduak yang kokoh dan pepat dikaitkan dengan sosok Bundo Kanduang sebagai limpapeh rumah nan gadang, yakni perempuan yang memiliki peran penting dalam menjaga, membimbing, dan melindungi keluarga serta kaum.

Sementara rumbai berwarna keemasan dimaknai sebagai simbol keindahan budi pekerti dan akhlak. Makna tersebut menegaskan bahwa keindahan busana adat tidak hanya dilihat dari tampilan fisiknya, tetapi juga dari nilai yang melekat pada perempuan yang mengenakannya.

Tikuluak Ikek Barumbai menjadi salah satu bukti keberagaman bentuk penutup kepala perempuan dalam budaya Minangkabau. Keunikan bentuk, teknik pemakaian, dan filosofi yang terkandung di dalamnya menjadikan tikuluak ini sebagai bagian penting dari identitas budaya masyarakat Luhak Limo Puluah.

Pelestarian Tikuluak Ikek Barumbai tidak hanya dilakukan dengan mempertahankan bentuk dan cara pemakaiannya, tetapi juga melalui pengenalan makna serta nilai adat kepada generasi muda agar warisan budaya tersebut tetap hidup di tengah perkembangan zaman. (ER)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....