Tikuluak Balapak Sungayang, Mahkota Adat Perempuan Minang

  • 10 Agt 2026 11:36 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID,TANAH DATAR — Tikuluak Balapak Sungayang atau Tingkuluak Kambang Balapak merupakan salah satu penutup kepala tradisional perempuan Minangkabau yang berasal dari Nagari Sungayang, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.

Tikuluak ini menjadi bagian dari busana adat perempuan Minangkabau, khususnya Bundo Kanduang. Keberadaannya tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap pakaian, tetapi juga mencerminkan kehormatan, kedudukan sosial, dan tanggung jawab perempuan dalam kehidupan adat.

Secara bentuk, Tikuluak Balapak memiliki kemiripan dengan gonjong Rumah Gadang atau stilisasi tanduk kerbau yang menjadi salah satu simbol budaya Minangkabau. Namun, bagian atas tikuluak ini memiliki bentuk mendatar atau persegi panjang, sehingga berbeda dari tikuluak tanduak yang umumnya memiliki ujung runcing.

Ciri lain yang menjadi kekhasan Tikuluak Balapak adalah bagian ujung kain sebelah kanan yang dibiarkan terurai ke arah bahu pemakainya. Bentuk tersebut memberikan karakter tersendiri pada penutup kepala yang menjadi identitas perempuan dari Sungayang.

Dalam pembuatannya, Tikuluak Balapak umumnya menggunakan kain songket dengan warna cokelat kemerahan atau hijau lumut yang dihiasi benang emas. Selain songket, penutup kepala ini juga dapat menggunakan kain basahan hitam berbahan katun dengan motif kotak-kotak kecil pada bagian tertentu.

Dalam adat Sungayang, penggunaan Tikuluak Balapak memiliki aturan tersendiri. Secara tradisional, penutup kepala ini diperuntukkan bagi perempuan Sungayang yang telah menikah dan memiliki garis keturunan Datuak, maupun istri seorang Penghulu.

Tikuluak Balapak dikenakan dalam sejumlah kegiatan adat dan peristiwa penting dalam kehidupan masyarakat. Di antaranya upacara pernikahan, prosesi batagak panghulu, sunatan, serta tradisi manjalang mintuo atau kunjungan kepada mertua.

Keberadaan Tikuluak Balapak menunjukkan keberagaman bentuk penutup kepala perempuan dalam tradisi Minangkabau. Setiap nagari memiliki ciri dan aturan adat yang berbeda, sehingga tikuluak tidak hanya menjadi bagian dari busana, tetapi juga menjadi penanda identitas budaya masyarakat setempat.

Bagi masyarakat Sungayang, Tikuluak Balapak merupakan bagian dari warisan adat yang perlu terus dijaga. Pelestarian bentuk, tata cara penggunaan, serta nilai yang terkandung di dalamnya menjadi bagian penting dalam mempertahankan identitas budaya Minangkabau. (ER)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....