Fast Fashion, dan Dampaknya bagi Lingkungan
- 03 Agt 2026 09:48 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi – Pernah beli baju karena lagi diskon besar, ikut tren, atau sekadar lapar mata? Tenang, kamu nggak sendirian, karena kebiasaan seperti ini memang semakin sering terjadi di era fast fashion, saat tren pakaian berubah begitu cepat dan koleksi baru terus bermunculan.
Sekilas memang menguntungkan karena kita bisa tampil stylish tanpa harus mengeluarkan banyak uang. Namun, menurut UN Environment Programme (UNEP), industri fesyen termasuk salah satu penyumbang emisi karbon terbesar di dunia dan menghasilkan limbah tekstil dalam jumlah yang sangat besar setiap tahunnya.
Masalahnya, banyak pakaian yang akhirnya hanya dipakai beberapa kali sebelum terlupakan di dalam lemari. Padahal, setiap potong pakaian membutuhkan air, energi, dan bahan baku yang cukup banyak untuk diproduksi, sehingga semakin sering kita membeli tanpa benar-benar membutuhkan, semakin besar pula dampaknya terhadap lingkungan.
Bukan berarti kita harus berhenti belanja atau selalu memakai baju yang itu-itu saja. Yang terpenting adalah mulai belanja dengan lebih bijak, misalnya memilih pakaian yang kualitasnya bagus, memanfaatkan kembali koleksi yang sudah ada, atau sesekali berburu pakaian preloved yang tidak kalah keren.
Pada akhirnya, tampil modis dan peduli lingkungan sebenarnya bisa berjalan beriringan. Dengan membeli seperlunya dan lebih menghargai pakaian yang kita miliki, kita tidak hanya menghemat pengeluaran, tetapi juga ikut menjaga bumi agar tetap nyaman untuk dinikmati di masa depan. (AMP/YPA)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....