Syekh Sulaiman ar-Rasuli, "Ulama Kharismatik yang Memadukan Adat, dan Syariat"
- 21 Jul 2026 07:57 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID,Bukittinggi – Syekh Sulaiman ar-Rasuli atau yang lebih dikenal sebagai Inyiak Canduang merupakan ulama kharismatik asal Canduang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, yang lahir pada 10 Desember 1871.
Ia dikenal sebagai pendiri Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti) dan Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) Canduang, sekaligus tokoh yang berperan besar dalam pengembangan pendidikan Islam di Minangkabau. Gagasan yang terus dikenang hingga kini adalah penguatan falsafah "Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah", yang menegaskan keselarasan antara adat Minangkabau dan ajaran Islam.
Sejak kecil, Syekh Sulaiman menimba ilmu agama dari ayah dan sejumlah ulama di Minangkabau sebelum melanjutkan pendidikan ke Makkah pada 1903. Selama empat tahun di Tanah Suci, ia berguru kepada sejumlah ulama terkemuka, termasuk Syekh Ahmad Khatib al-Minangkabawi.
Sepulangnya ke tanah air, ia mendirikan pusat pendidikan di Surau Baru Canduang yang kemudian berkembang menjadi MTI Canduang, salah satu lembaga pendidikan Islam tertua dan berpengaruh di Sumatera Barat.
Dalam perjalanan dakwahnya, Syekh Sulaiman aktif membangun organisasi Islam. Pada 1928, ia bersama sejumlah ulama mendirikan Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti) sebagai wadah bagi madrasah-madrasah Islam di Minangkabau.
Setelah Indonesia merdeka, Perti berkembang menjadi partai politik, dan Syekh Sulaiman dipercaya sebagai penasihat tertinggi. Ia juga pernah menjabat Ketua Mahkamah Syar'iyah Sumatra Tengah serta menjadi anggota Konstituante hasil Pemilu 1955, bahkan memimpin sidang perdana lembaga tersebut pada 1956.
Syekh Sulaiman ar-Rasuli wafat pada 1 Agustus 1970 dan dimakamkan di kompleks MTI Canduang. Kepergiannya mendapat penghormatan luas dari masyarakat dan pemerintah, ditandai dengan instruksi pengibaran bendera setengah tiang di Sumatera Barat.
Hingga kini, Inyiak Canduang dikenang sebagai ulama, pendidik, dan pemikir yang berhasil memperkuat peran Islam dalam kehidupan masyarakat Minangkabau melalui pendidikan, dakwah, serta penguatan filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. (ER/YPA)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....