Persiapan Pesta Tabuik, Menjaga Tradisi dan Kebersamaan Masyarakat Pariaman

  • 29 Jun 2026 21:11 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Pesta Tabuik merupakan salah satu tradisi budaya terbesar di Pariaman yang telah diwariskan secara turun-temurun. Perayaan ini tidak hanya menjadi daya tarik wisata, tetapi juga menjadi simbol persatuan, gotong royong, dan penghormatan terhadap sejarah. Menjelang pelaksanaannya, berbagai persiapan dilakukan oleh masyarakat agar pesta berlangsung meriah dan tetap menjaga nilai-nilai adat yang ada.

Salah satu tahapan terpenting adalah pembuatan Tabuik itu sendiri. Kerangka Tabuik dibuat dari bambu yang kuat, kemudian dihias dengan kain warna-warni, ukiran, dan ornamen khas Minangkabau. Proses ini melibatkan para pengrajin dan pemuda setempat yang bekerja bersama selama beberapa minggu.

Kreativitas dan ketelitian sangat diperlukan agar hasil Tabuik terlihat megah dan mampu menjadi kebanggaan masyarakat. Selain itu, setiap bagian Tabuik memiliki makna filosofis yang mencerminkan perjalanan sejarah dan nilai spiritual yang diwariskan oleh leluhur.

Menjelang pesta, warga juga melaksanakan kegiatan gotong royong untuk membersihkan lingkungan, jalan-jalan utama, serta lokasi yang akan digunakan untuk rangkaian acara. Kebersihan menjadi perhatian utama karena ribuan wisatawan diperkirakan akan datang menyaksikan perayaan tersebut.

Semangat kebersamaan yang tumbuh melalui kegiatan ini menjadi salah satu ciri khas masyarakat Pariaman dalam menjaga tradisi dan menyambut tamu dengan penuh keramahan.

Berbagai kelompok seni mulai berlatih untuk menampilkan pertunjukan terbaik mereka. Atraksi seperti gandang tasa, tari tradisional, dan pertunjukan budaya lainnya dipersiapkan secara matang agar dapat menghibur masyarakat dan wisatawan.

Suara tabuhan gandang tasa yang menggema menjadi penanda bahwa suasana Pesta Tabuik semakin dekat. Para seniman muda dan senior berkolaborasi untuk menjaga kelestarian kesenian tradisional tersebut.

Pemerintah daerah bersama masyarakat juga mempersiapkan sarana pendukung seperti pengaturan lalu lintas, keamanan, tempat parkir, serta kebersihan kawasan wisata. Pelaku usaha lokal turut mempersiapkan berbagai kuliner khas dan cendera mata untuk memenuhi kebutuhan pengunjung.

Momentum ini memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat, khususnya bagi pedagang, pengrajin, dan pelaku usaha kecil di sekitar lokasi perayaan.

Persiapan menjelang Pesta Tabuik bukan sekadar kegiatan teknis, melainkan bentuk nyata pelestarian warisan budaya yang telah menjadi identitas masyarakat Pariaman. Melalui keterlibatan seluruh lapisan masyarakat, tradisi ini terus hidup dan diwariskan kepada generasi muda.

Dengan semangat gotong royong dan kecintaan terhadap budaya, Pesta Tabuik diharapkan tetap menjadi kebanggaan Sumatera Barat serta mampu menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah maupun mancanegara. (NHY/YPA)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....