Tabuik Pariaman, "Tradisi Budaya yang Mendunia dari Ranah Minang"
- 29 Jun 2026 21:10 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Tabuik merupakan salah satu tradisi budaya paling terkenal dari Pariaman. Upacara ini digelar setiap tahun pada bulan Muharam untuk memperingati gugurnya Husein bin Ali dalam peristiwa Pertempuran Karbala.
Tradisi Tabuik telah menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Pariaman dan sekaligus menjadi daya tarik wisata budaya yang mendunia. Ribuan wisatawan dari berbagai daerah datang untuk menyaksikan kemeriahan festival yang sarat nilai sejarah dan seni tersebut.
Tradisi Tabuik diperkirakan masuk ke Pariaman pada awal abad ke-19 melalui para tentara Muslim asal India yang bekerja untuk pemerintah kolonial Inggris. Mereka membawa tradisi peringatan Asyura yang kemudian berakulturasi dengan budaya Minangkabau.
Seiring waktu, masyarakat Pariaman mengembangkan tradisi tersebut menjadi sebuah perayaan rakyat yang unik. Nilai-nilai lokal, seni pertunjukan, musik tradisional, dan gotong royong menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan Tabuik.
Tabuik adalah bangunan besar menyerupai menara bertingkat dengan hiasan yang megah dan indah. Bagian bawahnya biasanya menampilkan sosok kuda bersayap berkepala manusia yang melambangkan Buraq, kendaraan spiritual dalam tradisi Islam.
Masyarakat percaya bahwa Tabuik melambangkan perjalanan ruh Husein menuju surga. Oleh karena itu, prosesi pembuatan hingga pembuangannya ke laut memiliki makna simbolis yang mendalam tentang pengorbanan, keberanian, dan keikhlasan.
Pelaksanaan Tabuik berlangsung selama beberapa hari dengan berbagai tahapan, antara lain:
Mengambil tanah sebagai simbol penciptaan manusia.
Menebang batang pisang yang melambangkan peperangan.
Mengarak jari-jari atau panja sebagai lambang keberanian Husein.
Merakit bangunan Tabuik secara gotong royong.
Menggelar pertunjukan gandang tasa yang menghentak dan penuh semangat.
Mengarak Tabuik keliling kota sebelum akhirnya dibuang ke laut.
Prosesi pembuangan Tabuik ke laut menjadi puncak acara dan disaksikan oleh ribuan masyarakat serta wisatawan.
Festival Tabuik kini tidak hanya menjadi tradisi keagamaan dan budaya, tetapi juga aset pariwisata penting bagi Sumatera Barat. Pemerintah daerah secara rutin menggelar berbagai kegiatan pendukung seperti pertunjukan seni, pameran kerajinan, dan festival kuliner khas Minangkabau.
Keunikan arsitektur Tabuik, irama gandang tasa yang energik, serta antusiasme masyarakat menjadikan perayaan ini sebagai salah satu festival budaya paling menarik di Indonesia.
Tabuik Pariaman merupakan warisan budaya yang memperlihatkan perpaduan harmonis antara sejarah Islam dan adat Minangkabau. Tradisi ini mengajarkan nilai pengorbanan, persatuan, dan semangat gotong royong yang terus dijaga dari generasi ke generasi. Dengan pelestarian yang baik, Tabuik akan tetap menjadi kebanggaan masyarakat Pariaman dan kekayaan budaya Indonesia di mata dunia. (NHY/YPA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....