Fenomena Thrifting, "Gaya Fashion Hemat, dan Ramah Lingkungan"
- 25 Jun 2026 07:45 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Fenomena thrifting semakin populer di kalangan anak muda masa kini.
Aktivitas ini melibatkan pembelian pakaian bekas yang masih layak pakai.
Tren ini dianggap sebagai solusi fashion yang lebih hemat biaya.
Harga pakaian thrifting umumnya jauh lebih murah dibanding produk baru.
Selain itu, thrifting juga mendukung gaya hidup ramah lingkungan.
Penggunaan kembali pakaian membantu mengurangi limbah tekstil global.
Menurut laporan Ellen MacArthur Foundation, limbah tekstil terus meningkat setiap tahun.
“Industri fashion menghasilkan lebih dari 92 juta ton limbah setiap tahun.”
Thrifting juga memberikan kesempatan menemukan barang unik dan langka.
Banyak pembeli tertarik dengan gaya vintage yang tidak pasaran.
Media sosial turut mendorong popularitas tren ini secara luas.
Konten thrifting sering dibagikan melalui platform seperti TikTok dan Instagram.
Namun, thrifting juga memiliki beberapa tantangan tersendiri.
Kualitas barang tidak selalu konsisten dan membutuhkan ketelitian saat memilih.
Menurut ThredUp Report, pasar pakaian bekas terus berkembang pesat.
“Pasar secondhand diperkirakan tumbuh dua kali lebih cepat dari fashion baru.”
Kesadaran lingkungan menjadi faktor utama meningkatnya minat thrifting.
Generasi muda mulai peduli terhadap dampak industri fashion terhadap bumi.
Ke depan, thrifting diprediksi menjadi bagian penting industri fashion global.
Gaya hidup ini mencerminkan perubahan menuju konsumsi yang lebih berkelanjutan. (APS/YPA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....