Harga cabe Keriting di Pasar Aur Kuning masih bertahan 45 Ribu per Kilogram
- 10 Jun 2026 22:26 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi – Harga cabai merah keriting di Pasar Aur Kuning Bukittinggi masih bertahan di kisaran Rp45 ribu per kilogram. Rabu, 10 Juni 2026, harga komoditas itu belum menunjukkan penurunan yang berarti.
Kondisi tersebut membuat pedagang dan konsumen harus beradaptasi dengan harga tinggi. Harga cabai saat ini relatif lebih mahal dibandingkan harga normal beberapa bulan sebelumnya.
Seorang pedagang cabai di Pasar Aur Kuning yang dikenal dengan sebutan Uni Ii mengatakan harga masih stabil. “Sekarang cabai merah keriting masih bertahan di harga Rp45 ribu,” ujarnya.
Sejumlah pedagang mengungkapkan harga cabai masih dipengaruhi pasokan dari sentra produksi yang belum stabil. Faktor cuaca serta biaya distribusi turut memengaruhi harga di tingkat pasar.
Meski harga tinggi, ketersediaan cabai di pasar masih mencukupi kebutuhan masyarakat. Tidak terjadi kelangkaan barang di Pasar Aur Kuning hingga saat ini.
Cabai merupakan kebutuhan pokok yang sulit dipisahkan dari konsumsi sehari-hari masyarakat. Karena itu, meskipun harga bertahan di angka Rp45 ribu per kilogram, permintaan tetap tinggi.
Permintaan tinggi terutama datang dari pelaku usaha kuliner dan rumah tangga. Pedagang berharap pasokan dari daerah penghasil cabai meningkat dalam beberapa pekan ke depan.
Peningkatan pasokan diharapkan dapat menurunkan harga kembali ke level normal. Namun hingga kini pergerakan harga masih relatif stabil dan belum menunjukkan tanda penurunan signifikan.
Kondisi serupa juga terjadi di sejumlah daerah lain di Sumatera Barat. Harga cabai keriting di beberapa pasar masih berada di kisaran yang cukup tinggi.
Masyarakat diimbau tetap bijak dalam berbelanja dan menyesuaikan kebutuhan konsumsi rumah tangga. Pemerintah daerah melalui instansi terkait terus melakukan pemantauan harga pangan.
Pemantauan dilakukan guna menjaga stabilitas pasokan dan mengendalikan laju inflasi di daerah. Langkah ini diharapkan menjaga daya beli masyarakat tetap terjaga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....