Tradisi Maren, "Jantung Gotong Royong Masyarakat Kepulauan Kei"

  • 09 Jun 2026 21:37 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Di balik keindahan pasir putih dan jernihnya air laut di Kepulauan Kei, Maluku Tenggara, tersimpan sebuah nilai luhur yang menjadi perekat sosial masyarakatnya. Nilai tersebut dikenal dengan sebutan Maren. Lebih dari sekadar tradisi, Maren merupakan manifestasi nyata dari semangat gotong royong yang telah mendarah daging dalam kehidupan masyarakat Kei sejak generasi ke generasi.

Esensi Maren dalam Kehidupan

Tradisi Maren adalah fondasi utama yang menjaga kerukunan serta kelestarian lingkungan di Kepulauan Kei. Dalam praktik kesehariannya, Maren mencakup:

Jiwa Gotong Royong: Masyarakat Kei memegang teguh tradisi Maren untuk menyelesaikan berbagai pekerjaan atau tantangan hidup secara bersama-sama.

Kelestarian Laut: Para tetua adat secara konsisten menularkan cerita dan nilai tentang cara menjaga laut kepada generasi muda melalui semangat Maren.

Persatuan Sosial: Tradisi ini menjadi sarana bagi warga desa untuk saling membantu, sehingga keharmonisan antarwarga tetap terjaga dengan sangat baik.

Mengapa Maren Begitu Berarti?

Bagi masyarakat Kei, Maren bukan hanya tentang meringankan beban pekerjaan fisik. Tradisi ini merupakan cermin identitas bangsa maritim yang menjunjung tinggi kebersamaan. Ketika wisatawan berinteraksi dengan warga di desa-desa adat, mereka akan melihat betapa kearifan lokal ini membentuk karakter masyarakat yang ramah dan saling menjaga.

Melihat anak-anak pesisir yang tumbuh dalam lingkungan penuh kebersamaan, serta mendengar petuah para tetua tentang pentingnya menghargai alam, memberikan pelajaran berharga bagi siapa pun yang berkunjung. Maren mengajarkan bahwa kelestarian alam dan kebudayaan bukanlah tanggung jawab individu, melainkan tanggung jawab kolektif yang harus dipelihara bersama.

Melalui kearifan lokal Maren, masyarakat Kepulauan Kei menunjukkan kepada kita bahwa kekuatan sebuah komunitas terletak pada sejauh mana mereka mampu hidup selaras dengan sesama dan alam sekitarnya. Menghargai dan menjaga nilai-nilai seperti Maren adalah bentuk penghormatan tertinggi kita terhadap kekayaan budaya nusantara. (NAS/YPA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....