Cara Mengenali Modus Penipuan Digital yang Marak Terjadi

  • 09 Jun 2026 11:59 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Penipuan digital menjadi salah satu ancaman yang perlu diwaspadai masyarakat seiring meningkatnya penggunaan teknologi dan internet. Berbagai modus baru terus bermunculan dengan memanfaatkan kelengahan pengguna untuk memperoleh keuntungan secara ilegal.

Salah satu modus yang sering terjadi adalah pengiriman pesan palsu yang mengatasnamakan instansi resmi atau perusahaan tertentu. Pelaku biasanya meminta korban mengklik tautan tertentu atau memberikan informasi pribadi dengan berbagai alasan.

Selain itu, penipuan juga kerap dilakukan melalui telepon yang mengaku sebagai petugas bank, layanan pelanggan, atau aparat penegak hukum. Pelaku berusaha meyakinkan korban agar menyerahkan data penting seperti PIN, kata sandi, atau kode OTP.

Masyarakat perlu berhati-hati terhadap tawaran hadiah, undian, atau promo yang terdengar terlalu menggiurkan. Penawaran semacam itu sering digunakan untuk menarik perhatian calon korban dan memperoleh data pribadi mereka.

Ciri lain yang perlu diwaspadai adalah adanya permintaan transfer uang dengan alasan mendesak. Sebelum melakukan transaksi, masyarakat disarankan untuk memverifikasi informasi melalui saluran resmi yang tersedia.

Pengguna internet juga perlu memperhatikan alamat situs web yang dikunjungi. Situs palsu sering dibuat menyerupai tampilan layanan resmi untuk mencuri data pengguna tanpa disadari.

Mengaktifkan fitur keamanan tambahan seperti verifikasi dua langkah dapat membantu melindungi akun digital. Langkah tersebut dapat mengurangi risiko penyalahgunaan akun oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Dengan meningkatkan kewaspadaan dan literasi digital, masyarakat dapat terhindar dari berbagai modus penipuan yang marak terjadi. Pemahaman mengenai keamanan digital menjadi kunci untuk menjaga data pribadi dan aset keuangan tetap aman. (SVD/ YPA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....