Congklak Sebagai Permaian Tradisional
- 18 Mei 2026 09:18 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi – Permainan tradisional congklak merupakan salah satu warisan budaya yang hingga kini masih dikenal luas oleh masyarakat Indonesia, termasuk di ranah Minangkabau. Permainan yang kaya akan nilai historis ini biasanya dimainkan oleh anak-anak maupun orang dewasa menggunakan sebuah papan kayu atau plastik berlubang dengan buah congklak berupa biji-biji kecil, seperti cangkang kerang, batu kerikil, atau biji sawo.
Meski terlihat sederhana, permainan tradisional ini menyimpan nilai edukasi, kecermatan, dan kebersamaan yang sangat tinggi. Sayangnya, di tengah derasnya perkembangan teknologi dan maraknya gim digital (gadget) saat ini, keberadaan congklak mulai jarang dimainkan dan kian asing bagi generasi muda.
Padahal, secara filosofis dan psikologis, permainan tradisional ini mampu melatih konsentrasi, ketelitian, taktik strategi, serta mengasah kemampuan berhitung anak. Selain itu, interaksi langsung dan suasana bermain bersama secara tatap muka terbukti efektif dalam menciptakan hubungan sosial yang erat serta menumbuhkan empati antar-pemain.
Secara teknis, permainan congklak dimainkan oleh dua orang yang duduk berhadapan secara bergantian. Setiap pemain harus memindahkan biji-biji dari satu lubang kecil ke lubang lainnya searah jarum jam hingga mencapai lubang utama (lumbung) masing-masing. Pemain yang berhasil mengumpulkan biji terbanyak di lumbung utamanya saat seluruh biji habis akan keluar sebagai pemenang.
Meskipun sekilas terlihat mudah, permainan ini sejatinya membutuhkan strategi matang dan kecermatan tingkat tinggi dalam menentukan langkah awal agar tidak "mati" di tengah jalan dan memberikan keuntungan bagi lawan.
Menyikapi mulai pudarnya eksistensi warisan leluhur ini, berbagai lembaga pendidikan, sekolah, dan komunitas budaya di daerah mulai mengambil langkah konkret. Mereka kembali memperkenalkan gim tradisional ini kepada anak-anak sejak usia dini sebagai bagian dari kurikulum muatan lokal maupun kegiatan ekstrakurikuler.
Congklak kini menjadi salah satu maskot permainan yang sering ditampilkan dan dilombakan dalam berbagai festival budaya regional maupun nasional karena dinilai memiliki bobot sejarah dan nilai pedagogis yang kuat.
Melestarikan permainan tradisional seperti congklak menjadi agenda yang sangat penting agar generasi muda tidak tercerabut dari akar budaya nenek moyang mereka. Selain murah dan sangat mudah untuk dimainkan di mana saja, permainan ini dapat menjadi sarana hiburan sehat yang edukatif, sekaligus ampuh mempererat tali kebersamaan di tengah pola kehidupan modern yang serba digital.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....