Simbol yang Terkandung dalam Siriah Langkok

  • 14 Mei 2026 22:26 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Dalam adat Minangkabau di Sumatera Barat daun sirih adalah Simbol yang sering dipakai dalam berbagai kegiatan, hampir semua perhelatan atau pesta menggunakan siriah langkok ( daun sirih yang dilengkapi dengan berbagai bahan lainnya, biasa di tempatkan dalam media yang disebut carano ). Carano adalah sebuah wadah berbentuk dulang berkaki yang terbuat dari perak atau kuningan yang berisikan beberapa unsur didalamnya seperti buah pinang, sadah, kapur sirih, dan juga gambir.

Menghadirkan sirih dalam carano tentu punya makna tersendiri di daerah ini karena sirih melambangkan kehormatan, ketulusan dan rasa hormat. Kapur melambangkan kebijaksanaan dan kesabaran. gambir melambangkan ketegasan dan kesetiaan. Pinangv melambangkan keakraban dan kebersamaan.

Dalam tradisi sirih dicarano, tuan rumah akan menyuguhkan sirih kepada tamu yang datang seperti yang di mpilkan pada saat tari pasambaahan, kemudia tamu akan mencabik sedikit daun sirih kemudian mengunyahnya, proses mengunyah ini juga bermakna atau melambangkan penerimaan tamu oleh tuan rumah dan tamu juga menghormati tuan rumah.

Tradisi sirih dicarano sering dilakukan dalam berbagai iven seperti pesta perkawinan, pengangkatan penghulu dan acara lainnya, biasanya kegiatan ini selalu di awali dengan prosesi panitahan atau petatah petitih adat antara si pangka ( tuan rumah ) dengan si aleh ( tamu yang datang ) menjelang menikmati hidangan makanan.

terdapat empat unsur utama dalam siriah langkok di carano yaitu daun sirih hijau rasanya pedas, buah pinang warnanya kuning rasanya kelat, kemudian gambir warnanya coklat rasanya pahit serta kapur sadah bewarna putih rasanya asin, semuanya digulung menjadi satu kemudian di kunyah airnya ditelan dan ampasnya dibuang.

(ALT/YPA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....