Kenapa Seni ‘Aesthetic’ Viral di Media Sosial?

  • 28 Apr 2026 14:13 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi – Fenomena seni “aesthetic” yang viral di media sosial sebenarnya bukan hal yang tiba-tiba muncul. Berdasarkan data dari Hootsuite (2025), sekitar 62% pengguna media sosial lebih tertarik pada konten visual yang estetik dibandingkan konten biasa.

Salah satu alasan utamanya adalah karena visual aesthetic memberikan pengalaman emosional yang cepat dan menyenangkan. Dalam hitungan detik, orang bisa merasa “relate”, tenang, atau bahkan termotivasi hanya dari satu tampilan feed yang rapi dan konsisten.

Selain itu, algoritma media sosial seperti Instagram dan TikTok juga sangat mendukung konten yang visually appealing. Konten dengan warna senada, komposisi seimbang, dan pencahayaan yang baik cenderung mendapatkan engagement lebih tinggi seperti likes, shares, dan saves.

Tren ini juga dipengaruhi oleh gaya hidup digital anak muda yang ingin tampil “on brand” di dunia maya. Feed yang aesthetic dianggap sebagai bentuk personal branding, sehingga banyak orang berlomba-lomba menciptakan identitas visual yang unik dan menarik.

Jadi, viralnya seni aesthetic bukan cuma soal keindahan, tapi juga strategi komunikasi visual di era digital. Ketika visual bisa “berbicara” tanpa banyak kata, di situlah kekuatan aesthetic jadi kunci utama. (AMP/YPA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....