Sampelong, Alat Musik Tradisional Minangkabau yang Sarat Nilai Budaya
- 17 Apr 2026 21:16 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Jauh sebelum aksara dan agama dikenal, telah lahir sebuah suara dari bambu, bernama Sampelong. Sampelong merupakan salah satu alat musik tiup tradisional khas Minangkabau, tepatnya di Nagari Talang Maua, Kecamatan Mungka, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat.
Alat musik ini menjadi saksi zaman prasejarah, pernah berfungsi sebagai alat komunikasi dan ritual magis, sebelum akhirnya beralih menjadi seni hiburan yang sarat makna. Munculnya sampelong dalam fungsi yang baru, membuat masyarakat menyadari bahwa keberadaan sampelong mempu menghadirkan kesenian yang unik sebagai suatu pencapaian manifestasi budaya musik orang Minangkabau.
Terbuat dari bambu talang dengan empat lubang sederhana, tiga diantaranya merupakan lubang utama yang terletak di bagian atas dan satu lubang berguna untuk improvisasi nada atau peningkatan bunyi. Sampelong meniupkan nada pentatonis minor yang mendayu mengiri syair dan pantun khas Minangkabau. Irama Sampelong memiliki irama yang mirip dengan irama yang dihasilkan oleh alat musik Bansi.
Pada zaman dahulu, saat acara mangampo gambia, musik Sampelong dimainkan tanpa diiringi dengan lagu. Baru sejak tahun 1965, musik Sampelong dimainkan diiringi dengan lagu. Syair atau lagu sering bercerita tentang pahitnya hidup, perihnya patah hati, kemiskinan hidup, dan sebagainya.
Meski nyaris tergerus zaman, sampelong tetap bertahan melalui warisan budaya yang dimainkan dalam acara adat, pernikahan dan hiburan masyarakat. Ia bukan sekedar alat musik tradisional, melainkan jejak peradaban, nafas sejarah dan suara kearifan lokal Minangkabau yang hidup di tengah perubahan zaman. (SG/YPA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....