Anyaman Rotan Sintetis, UMKM Kreatif Yang Curi Perhatian

  • 26 Mar 2024 15:14 WIB
  •  Bukittinggi

KBRN,Bukittinggi : Tumpukan kursi dan lemari anyaman beraneka warna memenuhi ruangan sebuah bangunan yang menyatu dengan galeri. Aneka furniture berbahan rotan sintetis beragam bentuk ini adalah buah karya dari Widya, pengusaha dan pengrajin ayaman rotan sintetis yang ada di Bukittinggi. Desainnya menaik dan sangat mencuri perhatian.

Widya mengatakan usaha ini dirintis sekitar 2 tahun lalu, berawal dari kekecewaannya sebagai reseller produk sejenis asal pulau Jawa.

“Sebenarnya efek kecewa karena biasa kita ambil produk dari Jawa, ternyata kami selama ini dicurangi oleh mitra dimana, awalnya mereka kirim produk yang premiun tapi setelah pembelian selanjutnya diberi yang kwalitas standar, reject dan tidak kokoh. Dari pengalaman itu kami akhirnya memutuskan untuk produksi sendiri dengan pergi ke sentra langsung ke Jawa hingga kami tau bahwa bahan baku untuk anyaman ini bermacam-macam dari standar sampai premium dan belajar membuatnya sendiri secara otodidak,” terangnya.

Berasal dari kekecewaan itu akhirnya Widya produksi sendiri furniture anyaman rotan sintetis dengan brand “ Mami Gallery”. Menggunakan bahan berkualitas seperti kayu Mahoni dan Surian untuk rangka serta mengutamakan kerapian anyaman menjadi salah satu keunggulan yang ingin ditonjolkan Widya, ia tak ingin para pembeli maupun resellernya kecewa.

“Yang membedakan produksi kami dengan produksi lain adalah kualitas, kami gunakan bahan premiun dan import yang lebih mengkilat yang memiliki gradasi 2 warna serta kayu Mahoni dan Surian yang tidak akan berbubuk dan kita punya cantolan ,untuk tiap laci tidak bolong sehingga rayap tidak bisa masuk,” lanjutnya.

Walau persaingan harga antar kompetitor produk sejenis cukup ketat, namun Widya cukup percaya diri produk furniture anyamannya mampu bersaing karena kwalitas yang terjaga. Untuk harga ia bandrol sekitar Rp.450.000 untuk reseler dan Rp.500.000 untuk sebuah eceran.

Proses pengerjaan furniture anyaman rotan sintetis ini memerlukan waktu sekitar 1-3 hari untuk rangga dan 6-10 hari untuk membuat anyaman lilitannya. Dibantu dengan 3 pekerja tetap dan selebihnya freelance dari para mahasiswa yang di pekerjakan secara part time.

Bisnis ini bukan tanpa tantangan, Widya saat ini berupaya untuk mengurus perijinan usaha berbentuk CV agar produk anyaman sintetisnya bisa merambah pasar yang lebih luas.

“Harapan kedepan kami ingin produksi ini bisa seperti produksi di Jawa dan mengekspor kerajinan kami keluar daerah dan kami akan coba untuk mengurus perijinan dan membentuk CV agar kredibilitas kami semakin baik dan mendapatkan kepercayaan dari toko dan kami akan segera mengurus hak paten karena cuma kami yang produksi lemari rotan / anyaman rotan sintetis ini di Sumatera," harapnya.

Tidak kalah kualitasnya dengan anyaman rotan asli, furniture dari rotan sintetis ini patut di pertimbangan untuk sebuah dekorasi interior ruangan yang minimalis dengan harga terjangkau.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....