Mengintip Proses Tradisional Pembuatan Kerupuk Sanjai Khas Minang
- 03 Agt 2025 22:30 WIB
- Bukittinggi
KBRN, Bukittinggi: Kerupuk sanjai, camilan legendaris dari Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, masih diproduksi secara tradisional hingga saat ini.
Terbuat dari singkong segar dan diproses dengan bumbu khas, kerupuk sanjai menjadi oleh-oleh wajib bagi wisatawan yang berkunjung ke Ranah Minang.
Proses pembuatan kerupuk sanjai dimulai dari pemilihan singkong berkualitas. Para pengrajin memilih singkong yang tidak terlalu tua agar hasil kerupuk tetap renyah namun tidak pahit.
Singkong kemudian dikupas dan dicuci bersih sebelum diiris tipis-tipis secara manual menggunakan alat tradisional yang disebut parutan sanjai.
Setelah diiris, singkong dijemur di bawah sinar matahari hingga benar-benar kering. Proses penjemuran ini memakan waktu satu hingga dua hari tergantung cuaca.
Pengeringan alami ini bertujuan agar kerupuk dapat digoreng dengan sempurna dan menghasilkan kerenyahan khas.
Langkah selanjutnya adalah penggorengan. Irisan singkong kering digoreng dalam minyak kelapa panas hingga mengembang dan berwarna keemasan.
Proses ini membutuhkan ketelitian agar kerupuk tidak terlalu gosong. Setelah ditiriskan dari minyak, kerupuk siap untuk dibumbui.
Kerupuk sanjai tersedia dalam tiga varian rasa: original (asin gurih), manis, dan balado.
Untuk varian balado yang paling populer, kerupuk dilumuri sambal merah khas Minang yang terbuat dari cabai merah, bawang putih, dan gula merah. Sambal ini dimasak hingga kental, lalu dicampur dengan kerupuk yang sudah digoreng hingga merata.
“Resepnya turun-temurun dari nenek kami. Semua masih dikerjakan manual agar rasa dan kualitas tetap terjaga,” ujar Rina, salah satu pengusaha kerupuk sanjai rumahan di daerah Sanjai, Bukittinggi.
Dengan cita rasa yang khas dan proses pembuatan yang penuh ketelatenan, kerupuk sanjai terus digemari baik di dalam negeri maupun mancanegara. Tidak heran jika camilan ini menjadi ikon kuliner Minang yang tak lekang oleh waktu. (RM/YPA)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....