Rakornas Kepala Daerah & Forkopimda Se-Indonesia 2023, Jokowi Beri Pesan Pada Erman Safar
- 18 Jan 2023 18:18 WIB
- Bukittinggi
KBRN,Bogor; Walikota Bukittinggi H Erman Safar.,SH Selasa (17/1/23) bersama forkompimda bukittinggi hadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) kepala daerah dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Indonesia tahun 2023 dibuka Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo dan seluruh Mentri dan Lembaga, pada Selasa (17/01/23) bertempat di Sentul International Convention Centre (SICC), Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat.
Dalam sambutannya, Presiden Jokowi menegaskan, dalam mengantisipasi kenaikan harga kebutuhan bahan pokok, seluruh otoritas harus bekerja, bahkan diminta untuk masuk hingga ke pasar-pasar. Perlu langkah antisipasi dan hati-hati terhadap kenaikan harga bahan pangan pokok. Lalu katanya, pemerintah daerah dan pusat harus bekerja detail seperti itu.
Dan dia mengimbau, kepada seluruh kepala daerah di Indonesia untuk bisa cepat mengambil tindakan dalam mengantisipasi naiknya harga kebutuhan bahan pokok untuk masyarakat. Dia mengajak, bersama untuk mendorong sinkronisasi pemerintah pusat dan daerah dalam percepatan proses reformasi birokrasi, mendorong percepatan investasi masuk.
“Bupati, walikota dan gubernur harus sering sering masuk pasar, cek betul apa data yang diberikan sesuai fakta di lapangan,” pesan Jokowi.
Kendati demikian, Presiden Jokowi mensyukuri karena inflasi di Indonesia sepanjang 2022 masih terkendali, yakni berada pada kisaran 5,5%. Dia menyebut, angka inflasi di Indonesia tersebut, masih lebih rendah dibandingkan dengan inflasi di negara-negara lainnya.
“Sehingga saya minta seluruh gubernur, bupati dan walikota, bersama dengan Bank Indonesia untuk terus memantau harga barang dan jasa yang ada di lapangan, sehingga selalu terdeteksi sedini mungkin sebelum kejadian besar datang,” tambahnya menegaskan.
Rakornas yang bertajuk Penguatan Pertumbuhan Ekonomi dan Pengendalian Inflasi ini, menghadirkan narasumber dari para menteri Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II. Diisi dengan materi mengenai pertumbuhan ekonomi dan pengendalian Inflasi, investasi dan kemudahan perizinan.
Kemudian seluruh kepala daerah yang hadir juga menerima materi terkait Penanganan Covid-19, Stunting. Begitu juga penanganan kemiskinan dan jaring pengaman sosial serta stabilitas politik, hukum, keamanan dan pengawasan.
Meskipun inflasi nasional masih berada pada posisi stabil yakni 5,5 persen namun, ia menyebutkan di tahun 2023 Indonesia masih bisa mengalami ujian ekonomi. Hal itu membuat Jokowi meminta kepada seluruh kepala daerah agar turun untuk mengecek langsung kestabilan harga barang dan jasa di lapangan.
Ke dua, kemiskinan ekstrem yang angkanya masih berada di 2 persen. Bahkan, Jokowi menyebutkan ada 14 provinsi di Indonesia memiliki angka kemiskinan ekstrem di atas angka nasional.
Karenanya, Jokowi dengan tegas meminta kerjasama seluruh kepala daerah untuk menekan angka tersebut. Ia menargetkan angka kemiskinan ekstrem berada pada zero persen di tahun 2024 mendatang.
Ke tiga, Jokowi juga konsen terhadap kasus stunting. Ia berharap pada bonus demografi di tahun 2025, Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia memiliki kesiapan baik dari segi produktivitas dan kreativitas. Ia meminta seluruh instansi terkait, seperti Posyandu, Puskesmas, Dinas Kesehatan untuk serius dan jangan bosan memberikan edukasi utamanya pada ibu hamil. Karena, 23 persen penyumbang angka stunting ada pada ibu hamil yang tidak terpenuhi gizinya selama mengandung.
Ke empat, Jokowi juga mengingatkan masalah investasi yang masih jadi rebutan di setiap negara. Olehnya itu, ia menegaskan untuk memperhatikan masalah administrasi tata ruang yang masih menjadi pokok permasalahan.
Juga APBD bukittinggi sangat fokus dalam memberikan manfaat langsung kepada rakyat bukittinggi, pemulihan ekonomi, perhatian sosial dan pemenuhan kebutuhan dasar jadi fokus kita di tahun 2023.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....