Amalan Sunnah Sebelum Sholat Idul Adha
- 17 Jun 2024 10:23 WIB
- Bukittinggi
KBRN Bukittinggi, Sholat Idul Adha merupakan salah satu sholat sunnah yang dianjurkan bagi umat Islam. Ada beberapa amalan sunnah sebelum melaksanakan sholat Idul Adha yang dapat kita amalkan. Sebelum melaksanakan sholat Idul Adha, ada beberapa praktik yang dilakukan oleh Rasulullah SAW. Dikutip dari Buku Fiqih Sunnah 2 karya Sayyid Sabiq, berikut adalah amalan-amalan sunnah sebelum sholat Idul Adha.
5 Amalan Sunnah sebelum Sholat Idul Adha
1. Tidak Makan
Pada hari raya Idul Adha, disarankan untuk menunda makan sebelum melaksanakan sholat Idul Adha. Setelah sholat, barulah muslim bisa memakan daging kurban. Hal ini didasarkan pada riwayat dari Budairah yang menyatakan bahwa Nabi Muhammad SAW tidak makan pada hari Idul Adha kecuali setelah pulang dari sholat Idul Adha.
Pada hari raya Idul Adha, disarankan untuk menunda makan sebelum melaksanakan sholat Idul Adha. Setelah sholat, barulah muslim bisa memakan daging kurban. Hal ini didasarkan pada riwayat dari Budairah yang menyatakan bahwa Nabi Muhammad SAW tidak makan pada hari Idul Adha kecuali setelah pulang dari sholat Idul Adha.
2. Mandi
Sebelum melaksanakan sholat Idul Adha, disunnahkan untuk mandi terlebih dahulu. Dalam hadits disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW mandi pada hari Idul Fitri dan Idul Adha.
Mandi pada dua hari raya dinyatakan sunnah oleh para ulama. Meski tak ada hadits shahih yang menjelaskannya, tetapi ada ucapan sahabat nabi yang mengemukakan mandi di Hari Raya adalah sunnah. Pendapat tersebut dikatakan cukup untuk dijadikan sebagai landasan hukum.
Sebelum melaksanakan sholat Idul Adha, disunnahkan untuk mandi terlebih dahulu. Dalam hadits disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW mandi pada hari Idul Fitri dan Idul Adha.
Mandi pada dua hari raya dinyatakan sunnah oleh para ulama. Meski tak ada hadits shahih yang menjelaskannya, tetapi ada ucapan sahabat nabi yang mengemukakan mandi di Hari Raya adalah sunnah. Pendapat tersebut dikatakan cukup untuk dijadikan sebagai landasan hukum.
3. Memakai Pakaian Terbaik dan Wewangian
Rasulullah SAW biasanya mengenakan pakaian terbaik dan wewangian saat melaksanakan sholat Idul Adha. Dalam beberapa riwayat, disebutkan bahwa beliau memiliki jubah yang sangat bagus yang selalu dipakai pada dua hari raya dan hari Jumat.
Disebutkan dalam riwayat Jabir bin Abdillah Radhiyallahu anhu, "Rasulullah SAW mempunyai jubah sangat bagus yang selalu beliau pakai pada dua hari raya dan hari Jumat." (HR Ibnu Abdil Bar dan Ibnu Khuzaimah).
Selain itu, disebutkan pula dalam hadits riwayat Al Hakim, dari Al Hasan bin Ali Radhiyallahu'anhu, cucu beliau berkata, "Rasulullah SAW menyuruh kami agar memakai pakaian terbaik dan wewangian terbaik yang kamu miliki pada dua hari raya." (HR Al-Hakim)
Rasulullah SAW biasanya mengenakan pakaian terbaik dan wewangian saat melaksanakan sholat Idul Adha. Dalam beberapa riwayat, disebutkan bahwa beliau memiliki jubah yang sangat bagus yang selalu dipakai pada dua hari raya dan hari Jumat.
Disebutkan dalam riwayat Jabir bin Abdillah Radhiyallahu anhu, "Rasulullah SAW mempunyai jubah sangat bagus yang selalu beliau pakai pada dua hari raya dan hari Jumat." (HR Ibnu Abdil Bar dan Ibnu Khuzaimah).
Selain itu, disebutkan pula dalam hadits riwayat Al Hakim, dari Al Hasan bin Ali Radhiyallahu'anhu, cucu beliau berkata, "Rasulullah SAW menyuruh kami agar memakai pakaian terbaik dan wewangian terbaik yang kamu miliki pada dua hari raya." (HR Al-Hakim)
4. Lewati Jalan Berbeda saat Berangkat
Mayoritas ulama berpendapat bahwa dianjurkan untuk menggunakan rute yang berbeda saat pergi dan pulang dari sholat Idul Adha. Pendapat ini mengacu pada salah satu hadis yang disampaikan oleh Abu Hurairah Radhiyallahu anhu.
"Apabila Nabi Muhammad SAW pergi sholat Id (Hari Raya), ketika pulang, Beliau menempuh jalan yang berlainan dengan jalan yang Beliau lalui ketika pergi." (HR Ibnu Majah) . Namun demikian, meskipun melewati jalan yang sama juga tetap diperbolehkan.
Mayoritas ulama berpendapat bahwa dianjurkan untuk menggunakan rute yang berbeda saat pergi dan pulang dari sholat Idul Adha. Pendapat ini mengacu pada salah satu hadis yang disampaikan oleh Abu Hurairah Radhiyallahu anhu.
"Apabila Nabi Muhammad SAW pergi sholat Id (Hari Raya), ketika pulang, Beliau menempuh jalan yang berlainan dengan jalan yang Beliau lalui ketika pergi." (HR Ibnu Majah) . Namun demikian, meskipun melewati jalan yang sama juga tetap diperbolehkan.
5. Memperbanyak Takbir
Disunnahkan untuk memperbanyak takbir ketika keluar dari rumah menuju tempat sholat Idul Adha. Takbir ini tidak terbatas pada waktu-waktu khusus, tetapi berlaku sepanjang waktu pada hari-hari tersebut.(Sumber:Detikhikmah)
Disunnahkan untuk memperbanyak takbir ketika keluar dari rumah menuju tempat sholat Idul Adha. Takbir ini tidak terbatas pada waktu-waktu khusus, tetapi berlaku sepanjang waktu pada hari-hari tersebut.(Sumber:Detikhikmah)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....