Bagindo Aziz Chan, Wali Kota Pejuang dari Kota Padang

  • 06 Okt 2026 11:57 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Padang - Bagindo Aziz Chan merupakan salah satu tokoh perjuangan kemerdekaan Indonesia asal Kota Padang, Sumatera Barat. Ia dikenal sebagai Wali Kota Padang kedua setelah Indonesia merdeka dan menjadi salah satu tokoh yang mempertahankan kedaulatan Republik Indonesia dari upaya pendudukan kembali oleh Belanda.

Bagindo Aziz Chan lahir di Alang Laweh, Padang, pada 30 September 1910. Ia merupakan putra Bagindo Montok dan Djamilah. Tumbuh dalam lingkungan keluarga religius, Aziz Chan menempuh pendidikan di Hollandsch-Inlandsche School (HIS) Padang, kemudian melanjutkan ke MULO dan mempelajari ilmu hukum di Rechtshoogeschool te Batavia, Jakarta.

Sebelum memasuki pemerintahan, Aziz Chan sempat berprofesi sebagai guru. Ia juga aktif dalam organisasi pergerakan nasional, antara lain Jong Islamieten Bond dan Persatuan Muslim Indonesia (Permi).

Memimpin Kota Padang

Pada 15 Agustus 1946, Bagindo Aziz Chan dilantik sebagai Wali Kota Padang menggantikan Mr. Abubakar Jaar. Ia memimpin kota dalam situasi politik dan keamanan yang penuh ketegangan.

Pada masa tersebut, pasukan Sekutu bersama Netherlands Indies Civil Administration (NICA) berupaya mengambil kembali kendali pemerintahan di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Kota Padang.

Dalam situasi tersebut, Bagindo Aziz Chan memilih mempertahankan pemerintahan Republik Indonesia. Ia menolak tekanan untuk tunduk kepada kekuatan Belanda dan turut berada di tengah perjuangan rakyat serta pemuda Padang.

Gugur di Tengah Perjuangan

Perjuangan Bagindo Aziz Chan berakhir pada 19 Juli 1947. Ia gugur dalam sebuah insiden di kawasan Simpang Kandih, menjelang pelaksanaan Agresi Militer Belanda I.

Bagindo Aziz Chan meninggal dunia pada usia 36 tahun. Ia kemudian dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kusuma Bhakti, Bukittinggi.

Pengorbanannya menjadi bagian dari sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan di Sumatera Barat, khususnya di Kota Padang.

Jejak Perjuangan di Kota Padang

Nama Bagindo Aziz Chan hingga kini tetap dikenang melalui berbagai peninggalan dan kegiatan sejarah di Kota Padang.

Rumah panggung tempat kelahirannya di kawasan Alang Laweh telah difungsikan sebagai Museum Bagindo Aziz Chan. Museum tersebut menyimpan berbagai dokumen dan benda yang berkaitan dengan perjalanan hidup serta perjuangannya.

Selain itu, terdapat Tugu Simpang Tinju di kawasan Nanggalo yang menjadi salah satu monumen untuk mengenang perjuangan Bagindo Aziz Chan.

Pemerintah Kota Padang dan masyarakat juga secara rutin menggelar kegiatan napak tilas setiap Juli. Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya untuk mengenalkan kembali sejarah perjuangan Bagindo Aziz Chan kepada generasi muda.

Atas jasa dan perjuangannya dalam mempertahankan kemerdekaan, Bagindo Aziz Chan dianugerahi gelar Pahlawan Nasional Indonesia pada 2005.

Kisah Bagindo Aziz Chan menjadi bagian penting dari sejarah Kota Padang sekaligus mengingatkan generasi penerus mengenai perjuangan mempertahankan kemerdekaan setelah Proklamasi 17 Agustus 1945.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....