Streaming Musik, Berkah atau Tantangan Musisi?
- 30 Sep 2026 21:16 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi : Dulu, musisi membutuhkan radio, televisi, toko kaset, atau label besar untuk membawa karyanya kepada pendengar, tetapi hari ini satu lagu bisa menjangkau pendengar di berbagai negara hanya dengan beberapa klik. Data IFPI menunjukkan bahwa pada 2025 pendapatan musik rekaman global mencapai US$31,7 miliar, dengan streaming menyumbang 69,6% dari total pendapatan tersebut menunjukkan bahwa streaming bukan lagi sekadar tren, tetapi sudah menjadi bagian utama industri musik.
Bagi musisi, kondisi ini jelas membuka pintu yang jauh lebih lebar karena karya tidak harus menunggu kesempatan dari industri konvensional untuk ditemukan. Bahkan, jumlah pengguna akun streaming berbayar secara global telah mencapai 837 juta pada 2025, sehingga peluang menemukan pendengar baru semakin besar dan tidak lagi terbatas oleh jarak geografis.
Namun, di balik kemudahan itu ada tantangan yang tidak kecil: persaingan untuk mendapatkan perhatian pendengar juga semakin padat. Musisi bukan hanya dituntut menciptakan lagu yang bagus, tetapi juga perlu memahami bagaimana membangun identitas, memanfaatkan media sosial, membuat konten yang relevan, dan menjaga hubungan dengan audiens agar sebuah lagu tidak berhenti sebagai satu kali dengar.
Tantangan lainnya adalah bagaimana memastikan pertumbuhan streaming benar-benar memberi nilai yang adil bagi para pencipta dan pemilik hak. Industri musik juga menghadapi persoalan streaming fraud, yaitu pemutaran buatan untuk memanipulasi jumlah stream, sementara di Indonesia pada Juli 2026 industri rekaman bersama ASIRI dan pemerintah melakukan pemblokiran terhadap 13 situs stream-ripping yang secara kolektif tercatat menerima lebih dari 500 juta kunjungan dari pengguna Indonesia sepanjang tahun sebelumnya.
Jadi, streaming bisa menjadi berkah sekaligus tantangan tergantung bagaimana musisi menggunakannya dan bagaimana ekosistemnya melindungi karya serta hak para kreator. Di era ketika satu lagu bisa didengar siapa saja, di mana saja, pertanyaannya bukan lagi “bagaimana agar lagu saya bisa diputar?”, tetapi “bagaimana agar orang mau menemukan, mendengarkan, mengingat, dan akhirnya terhubung dengan karya saya?” (RF)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....