Kontenmu Ditonton, Tapi Kenapa Nggak Dibeli?

  • 30 Sep 2026 21:17 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi : Pernah merasa sudah rajin membuat konten, views lumayan, likes berdatangan, tapi penjualan tetap begitu-begitu saja? Jangan buru-buru menyalahkan algoritma, karena bisa jadi kontenmu berhasil mendapatkan perhatian, tetapi belum berhasil membuat orang merasa, “Ini yang saya butuhkan.”

Di era digital, perhatian memang menjadi modal penting, tetapi perhatian tidak otomatis berubah menjadi transaksi. Data Reportal mencatat bahwa pengguna internet Indonesia telah mencapai sekitar 212 juta orang pada awal 2025, sementara pengguna media sosial mencapai sekitar 143 juta, sehingga peluang menjangkau calon pelanggan sangat besar tantangannya adalah bagaimana mengubah perhatian tersebut menjadi kepercayaan.

Coba lihat kembali konten yang kamu buat: apakah hanya menunjukkan produk, atau benar-benar menjawab masalah calon pelanggan? Orang tidak selalu membeli karena sebuah produk terlihat bagus, tetapi karena mereka merasa produk itu bisa membantu, memudahkan, menghemat waktu, membuat mereka lebih percaya diri, atau menyelesaikan sesuatu yang selama ini mengganggu.

Konten yang menghasilkan penjualan biasanya tidak berhenti pada “lihat produk saya”, tetapi membawa audiens melalui perjalanan sederhana: kenal, percaya, tertarik, lalu bertindak. Karena itu, selain membuat konten yang menarik secara visual, bisnis juga perlu memperkuat storytelling, bukti pengalaman pelanggan, edukasi, dan ajakan bertindak yang jelas.

Jadi, kalau kontenmu sudah ditonton banyak orang tetapi belum banyak yang membeli, mungkin yang perlu diubah bukan jumlah postingannya, melainkan cara komunikasinya. Jangan hanya membuat konten yang ingin dilihat orang; buatlah konten yang membuat orang merasa dipahami, percaya, dan akhirnya punya alasan untuk memilih. (RF)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....