Masjid Saka Tunggal di Banyumas Sudah Berusia 700 Tahun

  • 08 Sep 2026 11:46 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Salah satu contoh masjid yang diperkirakan telah berusia sekitar 700 tahun di Indonesia adalah Masjid Saka Tunggal di Banyumas, Jawa tengah.

Masjid Saka Tunggal dibangun pada tahun 1288 Masehi yang berlokasi di desa Cikakak, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas Jawa Tengah. Fakta masjid ini memiliki satu tiang penyangga utama (saka tunggal) di tengah bangunan dan di kelilingi oleh kera kera liar yang di anggap warga setempat sebagai bagian dari sejarah kawasan tersebut.

Masjid Saka Tunggal dibangun pada 1288 terhitung sampai sekarang Masjid Saka Tunggal sudah berusia lebih dari 700 tahun. Sejarah berdirinya Masjid Saka tunggal dimulaii ketika Kyai Musolih sudah cukup lama tinggal di desa Cikakak untuk berdakwah.

Masjid ini disebut sebagai Saka Tunggal, karena tiang penyangga pada bangunan Masjid inidahulunya hanya ada satu.

Masjid Saka Tunggal merupakan masjid bersejarah yang kini menjadi cagar budaya karena merupakan salah satu masjid tertua di Jawa. Nama Saka Tunggal berasal dari bangunan masjid yang berdiri hanya di topang oleh satu tiang.

Saka dalam bahasa Jawa merupakan tiang, sedangkan tunggal berarti satu. Kata Saka Tunggal dimaknai sebagai manusia harus hidup dengan lurus menjadi orang baik dan benar.

Diantara daya tarik masjid Saka Tunggal yaitu, memiliki satu tiang penyangga, kera disekitaran kawasan masjid, pakaian imam dan muazim, puji pujian seperti melantunkan kidung Jawa, Ritual Ganti Jaro, dan Masjid Saka Tunggal.

Pada mimbar masjid, terdapat ukiran berupa dua buah surya mandala yang melambangkan dua pedoman umat muslim, yakni Al Qur'an dan Hadist. Ornamen yang terdapat pada masjid ini sangat kental dengan simbolisme nilai nilai islami yang bersinergi dengan adat istiadat Jawa.

Tradisi unik yang ada di Masjid ini antara lain adalah, zikir seperti melantunkan kidung Jawa. Bahkan kidung ini cukup terasa pada hari jum'at ketika selama menunggu waktu sholat Jum'at dan setelah shalat Jumat.

Jamah masjid Saka Tunggal berzikir dan bersyalawat dengan nada seperti melantunkan kidung Jwa, dengan campuran arab dan jawa dan tradisi ini pun disebut tradisi ura ura. (ELB/YPA)

Sumber berita : https://news.detik.com

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....