Gen Z Lebih Suka Single dari pada Album?, Ini Alasannya

  • 01 Sep 2026 11:11 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Di era streaming dan video pendek, single semakin menjadi pilihan strategis bagi musisi untuk menarik perhatian pendengar, terutama Gen Z yang terbiasa menemukan musik melalui potongan lagu di TikTok, Instagram Reels, dan playlist digital. Kebiasaan konsumsi musik yang serba cepat membuat sebuah lagu bisa menjadi populer karena bagian tertentu yang catchy, bahkan sebelum pendengar mengenal keseluruhan karya sang musisi.

Fenomena ini bukan berarti album sudah kehilangan tempat, tetapi cara orang menikmati musik memang semakin fleksibel dan personal. Data IFPI dalam Global Music Report 2026 menunjukkan pendapatan musik rekaman global mencapai US$31,7 miliar pada 2025, dengan streaming menyumbang 69,6% dari total pendapatan, memperlihatkan betapa dominannya ekosistem digital dalam konsumsi musik saat ini.

Bagi musisi, merilis single secara berkala dapat menjadi strategi untuk menjaga perhatian audiens dan memberi lebih banyak kesempatan bagi lagu untuk masuk playlist atau menjadi tren di media sosial.

Namun, album tetap memiliki kekuatan karena memberikan ruang bagi musisi untuk membangun cerita, menunjukkan karakter musikal, dan menghadirkan pengalaman yang lebih utuh kepada pendengar.

Menariknya, ketertarikan generasi muda terhadap format album dan musik fisik juga belum benar-benar hilang, bahkan pada 2026 terjadi kebangkitan minat terhadap CD di kalangan anak muda karena dianggap lebih personal, terjangkau, dan memberikan pengalaman memiliki musik secara nyata.

Artinya, Gen Z tidak selalu anti-album, tetapi mereka memiliki cara yang lebih beragam dalam menikmati musik—bisa mulai dari satu lagu viral, kemudian berlanjut mengeksplorasi album dan karya lain dari artis tersebut.

Jadi, pertanyaan “Gen Z lebih suka single daripada album?” sebenarnya tidak memiliki jawaban sesederhana ya atau tidak, karena preferensi mereka sangat dipengaruhi platform, tren, suasana, dan pengalaman mendengarkan.

Bagi musisi zaman sekarang, single bisa menjadi pintu untuk mendapatkan perhatian, sementara album dapat menjadi ruang untuk membuktikan kualitas dan identitas, sehingga strategi terbaik bukan memilih salah satu, melainkan memahami kapan sebuah lagu perlu berdiri sendiri dan kapan ia perlu menjadi bagian dari sebuah cerita yang lebih besar. (RF/YPA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....