Dari Rumah Bisa Bangun Bisnis Mendunia

  • 31 Agt 2026 14:01 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Dulu, membangun bisnis sering identik dengan memiliki toko, kantor, modal besar, dan jaringan yang luas, tetapi era digital membuat semua itu tidak lagi menjadi syarat mutlak. Kini, bisnis dari rumah bisa menjangkau konsumen dari berbagai kota bahkan negara melalui marketplace, media sosial, website, dan platform digital lainnya.

Peluang tersebut semakin besar karena ekonomi digital Indonesia diproyeksikan mendekati US$100 miliar pada 2025, tumbuh sekitar 14% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan e-commerce menjadi kontributor terbesar senilai sekitar US$71 miliar. Artinya, rumah bukan lagi sekadar tempat produksi atau menyimpan barang, tetapi bisa menjadi pusat bisnis yang terhubung dengan pasar nasional dan global.

Menariknya, konten digital kini menjadi salah satu senjata penting untuk membangun bisnis dari rumah, terutama bagi pelaku usaha kecil dan kreator yang memiliki produk unik. Data e-Conomy SEA 2025 menunjukkan volume transaksi video commerce di Indonesia melonjak 90% secara tahunan menjadi 2,6 miliar transaksi, sementara jumlah penjual dan toko daring meningkat 75% hingga mencapai sekitar 800 ribu.

Namun, bisnis rumahan tidak cukup hanya mengandalkan viralitas atau membuka toko online, karena persaingan digital juga semakin ketat dan biaya pemasaran dapat menekan margin usaha. INDEF mencatat jumlah pelaku usaha yang masuk ke platform e-commerce telah mencapai lebih dari 4,4 juta unit, sehingga pelaku bisnis perlu memiliki keunikan produk, strategi branding, pelayanan yang konsisten, dan kemampuan memanfaatkan teknologi agar tidak sekadar ikut ramai.

Pada akhirnya, bisnis mendunia bisa dimulai dari ruang yang sangat sederhana, bahkan dari rumah, selama pemiliknya memiliki produk yang bernilai dan strategi digital yang tepat. Jadi, jangan tunggu punya kantor besar untuk mulai membangun bisnis, karena dengan internet, kreativitas, dan konsistensi, meja kerja di rumah hari ini bisa menjadi langkah pertama menuju pasar dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....