Peduli Lingkungan Itu Keren, Bukan Ribet

  • 01 Sep 2026 07:35 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Peduli lingkungan sering dianggap sebagai sesuatu yang merepotkan, padahal kebiasaan sederhana seperti membawa tumbler, mengurangi plastik sekali pakai, memilah sampah, dan menggunakan transportasi publik bisa menjadi langkah nyata untuk menjaga bumi.

Urgensinya semakin besar karena data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) menunjukkan bahwa pada 2025, dari data 278 kabupaten/kota, timbulan sampah mencapai sekitar 29,2 juta ton per tahun, sementara 67,1% atau sekitar 19,6 juta ton tercatat belum terkelola.

Masalah lingkungan juga bukan hanya soal sampah yang terlihat di jalan, tetapi berkaitan dengan pola konsumsi dan penggunaan sumber daya dalam kehidupan sehari-hari. UNEP memperkirakan dunia akan mengonsumsi sekitar 516 juta ton plastik pada 2025, sementara sekitar 11 juta ton plastik setiap tahun diperkirakan bocor ke ekosistem perairan.

Karena itu, gaya hidup ramah lingkungan sebenarnya tidak harus dimulai dari perubahan besar atau mahal, tetapi dari keputusan kecil yang dilakukan secara konsisten. Memilih produk yang dapat digunakan berulang kali, membawa tas belanja sendiri, menghabiskan makanan, menghemat listrik dan air, hingga memilah sampah di rumah adalah contoh aksi sederhana yang bisa dilakukan siapa saja.

Menariknya, peduli lingkungan juga semakin relevan dengan gaya hidup anak muda yang kreatif dan digital, karena kebiasaan baik dapat dikemas menjadi konten edukatif, challenge, komunitas, bahkan peluang ekonomi kreatif. Pemerintah Indonesia sendiri terus mendorong pengelolaan sampah berbasis 3R : Reduce, Reuse, Recycle— melalui bank sampah sebagai bagian dari edukasi masyarakat dan pengembangan ekonomi sirkular.

Jadi, peduli lingkungan itu keren, bukan ribet, karena menjaga bumi tidak membutuhkan kita menjadi sempurna, melainkan mau mulai dari hal yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari. Ketika satu kebiasaan baik dilakukan bersama-sama dan terus konsisten, dampaknya bisa jauh lebih besar daripada sekadar mengikuti tren hidup ramah lingkungan. (RF/YPA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....