Gelombang Panas 'Heat Wave'' Landa Sejumlah Negara di Eropa

  • 01 Jul 2026 18:03 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Gelombang panas atau ''Heat Wave'' tengah melanda sejumlah negara di Eropa. Dimana suhu udara yang jauh diatas normal memicu berbagai gangguan dari kebakaran hutan hingga meningkatnya resiko kesehatan terhadap masyarakat.

Merujuk siaran pers BMKG, suhu panas yang terjadi di Indonesia tidak dapat langsung disebut sebagai gelombang panas. BMKG menyebutkan, Indonesia berada di wilayah tropis berbeda dengan negara negara subtropis atau empat musim.

Menururt BMKG, suhu udara yang terasa panas di Indonesia lebih dipengaruhi oleh, posisi semu matahari, berkurangnya tutupan awan, sehingga penyinaran matahari lebih maksimal, serta kondisi atmosfir yang mendukung peningkatan suhu permukaan. Gelombang panas adalah periode cuaca dengan suhu yang sangat tinggi di bandingkan kondisi normal di suatuwilayah dan berlangsung selama beberapa hari berturut turut.

Sedangkan menurut WHO, gelombang panas ekstrem sejak akhir Juni menyebabkan sekitar 1.000 kematian tambahan di Prancis. Suhu yang memecah rekor dengan puncaknya pada 23 Juni mendorong lonjakan kematian harian hingga lebih dari 1.400 kasus yang jauh di atas normal.

Suhu tinggi di awal musim panas ini menjadi pukulan berat bagi negara negar Eropa yang tidak terbiasa dengan cuaca ekstrem tersebut.

Dampak buruknya pun mulai terlihat dari lonjakan angka kematian, penutupan sekolah, hingga pembatalan berbagai aktifitas di luar ruangan. Organisasi Kesehatan Dunia WHO, melaporkan bahwa lebih dari 1.300 kematian berlebih terkait gelombang panas ekstrem telah tercatat di kawasan Eropah sejak 21 Juni.

WHO juga mengingatkan, bahwa benua Eropa mengalami pemanasan paling cepat dibandingkan dengan benua lainnya.

Puluhan juta orang di Eropah harus menghadapi suhu ekstrem sepanjang akhir pekan. Sejumlah nehara melaporkan bertambahnya jumlah korban jiwa akibat cuaca panas ekstrem, dengan layanan kesehatan beresiko kewalahan menangin pasien.

Disamping itu, suhu panas yang semakin intens, mulai melumpuhkan sektor kesehatan, transportasi, sistem energi, dan juga kehidupan sehari hari. (ELB/YPA)

Sumber berita : news.detik.com

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....