Mengenal Karak Kaliang Oleh-Oleh Unik Khas Minangkabau
- 18 Jun 2026 09:49 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Karak kaliang adalah kerupuk tradisional khas Minangkabau berbahan dasar singkong (ubi kayu) yang di parut dan di campur bumbu seperti bawang putih, kunyit, yang dibentuk seperti angka delapan. Nama kudapan ini bearasal dari kata ''Karak'' (kerak ) dan pedagang keturunan India (Tamil) di masa lalu. Bahkan karak kaliang menjadi salah satu oleh oleh yang paling dicari wisatawan ketika berkunjung ke Sumbar.
Menurut sebuah penelitian diungkapkan, pemebrian nama tersebut berasal dari seorang pembeli oleh oleh dari penjual bumbu masakan siap saji di pasar Bukittinggi. Pedagang bumbu yang merupakan keturunan India. Dimana makanan ini berasal dari dua kata yaitu, kerak dan kaliang.
Kata karak , merupakan bahasa Minang dari kata kerak. Kerak yang merupakan lapisan yang kering dan keras atau hangus pada sebuah benda. Biasanya kata kerak digunakan untuk menyebutkan lapisan periuk atau wajan yang langsung bersentuhan dengan kompor atau api. Sehingga lama kelamaan bagian yang terpapar api menjadi keras dan berwarna sangat hitam.
Sementara itu kata kaliang atau keling merupakan sebutan untuk orang berkulit gelap yang berasal dari India sebelah selatan. Oleh karena itu pembeli menamakan makanan tersebut Karak Kaliang. Alasan pemberian nama tersebut adalah, karena ia melihat penjual oleh oleh tersebut yang memiliki kulit yang sangat sangat hitam. Kudapan ini juga disebut dengan nama lapan lapan atau delapan dalam bahasa minang. Pemebrian nama ini juga terinspirasi karena bentukmakanan ini menyerupai angka delapan.
Ketika anda berkunjung ke Kota Bukittinggi, ada aroma khas yang sering tercium dari toko oleh oleh di sekitar Jam Gadang, yang wanginya begitu menggugah selera. Itulah Karak kaliang , cemilan sederhana yang namanya lajir dari kisah unik dimasa lampau, yaitu perpaduan antara lidah lokal Minangkabau dan logat pedagang India Selatan. Itulah sejarah kisah pedagang kulit legam, hingga tangan tangan hangat yang menjaga citarasa Minangkabau tetap hidup, tetap terjaga hingga saat ini.
Sumber berita; https://minangsatu.com
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....