El Nino bawa bencana besar
- 05 Jun 2026 08:30 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Organisasi Meteorologi Dunia WHO, memperingatkan fenomena iklim El Nino akan kembali terjadi pada musim panas tahun ini dengan tingkat kepastian mencapai 8o persen. Kehadiran ini diperkirakan memperparah cuaca ekstrim di berbagai belahan dunia, mulai dari cuaca panas, kekeringan ekstrem hingga banjir.WHO menyebutkan, El Nino kemungkinan akan berkekuatan sedang hingga kuat dan memiliki 90 persen untuk bertahan setidaknya sampai November 2026.
Kondisi El Nino akan menyiramkan bahan bakar ke dalam api dunia yang terus menghangat. Peringatan ini muncul setelah sejumlah wilayah Eropah Barat mencatat suhu musim semi tertinggi dalam sejarah akibat terbentuknya fenomena heat dome atau kubah panas.
Para ilmuwan memperkirakan, kejadian serupa akan menjadi lebih intens, lebih lama, dan lebih sering terjadi seiring berkembangnya El Nino. Para ilmuwan juga memperingatkan dampaknya bisa berlangsung hingga 2028. Hal ini dipicu oleh pemanasan suhu air laut di kawasan Samudra Pasifik tropis. Kondisi ini menyebabkan perubahan terhadap pola cuaca global yang memicu cuaca ekstrem di berbagai wilayah.
Sekretaris Jendral WMO Celeste Saulo mengatakan, dunia perlu bersiap menghadapi dampak yang lebih besar dibanding biasanya. Kita perlu mempersiapkan diri menghadapi potensi peristiwa El Nino yang kuat, yang akan memperparah kekeringan dan hujan lebat serta meningkatnya gelombang panas baik di dratan maupun lautan. PBB juga memperingatkan, peluang mencapai 86 % beberapa tahun mendatang akan melampaui rekor suhu panas global.
WMO menyebut, setiap peristiwa El Nino memiliki keunikan tersendiri dalam hal evolusi, pola spasial,dan dampaknya. Namun fenomena ini biasanya dikaitkan dengan peningkatan curah hujan di sebagian wilayah Selatan Amerika Selatan, Tanduk Afrika dan Asia Tengah, serta kekeringan di Australia, Indonesia dan sebagian wilayah Selatan Asia. Menghadapi ancaman El Nino perlu untuk penghematan penggunaan air bersih, perlindungan terhadap resiko kesehatan, serta penerapan strategi tanam tahan kering.
ELB
Sumber berita; inet.detik.com
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....