Pemadaman Listrik Serentak di Sumatera, Dampak dan Upaya Pemulihan

  • 25 Mei 2026 15:01 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID ,Bukittinggi - Pemadaman listrik serentak yang terjadi di sejumlah wilayah Pulau Sumatera pada 22 Mei 2026 menjadi salah satu gangguan kelistrikan terbesar yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Peristiwa ini menyebabkan jutaan pelanggan di berbagai provinsi mengalami pemadaman listrik secara bersamaan, sehingga mengganggu aktivitas masyarakat, layanan publik, hingga sektor ekonomi.

Menurut informasi yang disampaikan oleh PT PLN (Persero), gangguan terjadi sekitar pukul 18.44 WIB dan diduga berasal dari masalah pada sistem transmisi utama yang menghubungkan jaringan kelistrikan antarwilayah di Sumatera. Gangguan tersebut menyebabkan terjadinya pemisahan sistem kelistrikan (separated system) yang berdampak pada padamnya pasokan listrik di sejumlah daerah seperti Sumatera Barat, Sumatera Utara, Riau, Jambi, dan Aceh.

Akibat pemadaman massal tersebut, berbagai aktivitas masyarakat terganggu. Jaringan telekomunikasi mengalami kendala, lampu lalu lintas tidak berfungsi, dan sejumlah fasilitas umum terpaksa mengandalkan sumber listrik cadangan. Di beberapa kota besar seperti Medan dan Pekanbaru, aktivitas ekonomi sempat melambat karena banyak usaha dan perkantoran terdampak oleh padamnya listrik.

PLN bergerak cepat dengan menerjunkan tim teknis untuk melakukan pemeriksaan dan pemulihan sistem. Hasil investigasi awal menunjukkan gangguan terjadi pada jalur transmisi 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai yang merupakan bagian penting dari jaringan interkoneksi Sumatera. Proses normalisasi dilakukan secara bertahap hingga sebagian besar pelanggan kembali mendapatkan pasokan listrik dalam waktu kurang dari 24 jam.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya keandalan infrastruktur kelistrikan nasional. Selain pemeliharaan rutin, diperlukan peningkatan sistem pengamanan jaringan dan percepatan deteksi gangguan agar kejadian serupa dapat diminimalkan di masa mendatang. Dengan sistem kelistrikan yang semakin andal, aktivitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi di Pulau Sumatera dapat terus berjalan tanpa gangguan yang berarti. (NHY/YPA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....