Memaknai Hari Kartini

  • 21 Apr 2026 11:20 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Hari Kartini setiap tanggal 21 April memaknai perjuangan emansipasi wanita, kesetaraan gender, dan hak pendidikan bagi perempuan Indonesia. Ini adalah momen refleksi untuk menghargai diri sendiri, percaya diri, pantang menyerah dalam meraih mimpi, serta menjadi subjek aktif dalam pembangunan bangsa, dan bukan sekedar objek.

Tanggal 21 April masyarakat Indonesia memperingati Hari Kartini sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa Raden Ajeng Kartini. Peringatan ini bukan sekedar seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum penting untuk merefleksi perjuangan kesetaraan gender di Indonesia.

R.A.Kartini dikenal sebagai tokoh pelopor emansipasi perempuan yang lahir di Jepara, Jawa Tengah pada tahun 1879. Melalui pemikirannya yang tertuang dalam kumpulan surat yang berjudul ''Habis Gelap Terbitlah Terang''. Kartini menyuarakan pentingnya pendidikan dan kebebasan bagi perempuan di tengah budaya patriarki yang kuat pada masa itu.

Dimas kini, makna hari Kartini berkembang seiring perubahan zaman. Tidak hanya berbicara tentang hak pendidikan , tetapi juga mencakup kesempatan berkarir, kebebasan berpendapat, hingga peran perempuan dalam pembangunan bangsa. Namun dalam emamknai hari Kartini, perempuan Indonesia telah banyak berkiprah di berbagai bidang, seperti, mulai dari politik, ekonomi, pendidikan,hingga teknologi.

Hari Kartini seharusnya tidak hanya diperingati dengan mengenakan kebaya atau lomba seremonial semata, akan tetapi lebih dari itu, peringatan ini menjadikan ajakan untuk terus memperjuangkan kesetaraan, menghargai peran perempuan, serta membuka peluang yang adil bagi semua. Semangat Kartini adalah, tentang keberanian untuk berpikir maju melawan keterbatasan. Nilai inilah yang harus ditanamkan khususnya bagi generasi muda Indonesia. (ELB/YPA)

Sumber berita : BBCNewsIndonesia

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....