Arkeolog Temukan Kota Penting Yunani Kuno di Wilayah Thessaly yang Terabaikan
- 30 Mar 2026 08:54 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi – Tim arkeolog internasional berhasil mengungkap temuan mengejutkan mengenai sebuah pemukiman Yunani kuno di wilayah Thessaly bagian barat. Pemukiman yang selama dua ratus tahun terakhir hanya dianggap sebagai desa kecil yang tidak signifikan, kini terbukti merupakan sebuah kota penting dengan luas area mencapai 30 hektar.
Penelitian mendalam yang melibatkan tim ahli dari Yunani dan Swedia ini telah dimulai sejak September 2016. Dalam prosesnya, para arkeolog menggunakan teknologi radar khusus guna memetakan struktur di bawah permukaan tanah tanpa perlu melakukan penggalian besar. Hasilnya, ditemukan jejak kota yang berkembang pesat pada abad ke-4 dan ke-3 SM, jauh sebelum akhirnya ditinggalkan akibat penaklukan Romawi.
Sejumlah artefak berharga turut ditemukan di lokasi tersebut, termasuk koin kuno dan pecahan keramik. Penemuan tertua berupa pecahan keramik bercat merah dan hitam yang berasal dari akhir abad ke-6 SM atau sekitar tahun 500 SM. Temuan ini menjadi bukti kuat bahwa situs tersebut memiliki peran strategis yang jauh lebih besar dalam sejarah peradaban Yunani daripada yang diperkirakan sebelumnya.
Selain penemuan kota kuno ini, Yunani memang dikenal memiliki jajaran desa tradisional dengan pesona sejarah yang tak tertandingi. Beberapa di antaranya yang masih terjaga keasliannya adalah Lindos dengan bangunan serba putih, Old Perithia yang dijuluki desa hantu, hingga desa tebing Olympos yang masih mempertahankan kostum tradisional. Desa-desa ini merupakan perpaduan budaya yang kaya dari era Bizantium, Venesia, hingga Ottoman.
Secara historis, Yunani sering dianggap sebagai salah satu peradaban tertua di dunia dengan akar budaya yang membentang lebih dari 3.000 hingga 4.000 tahun, terutama sejak era Mycenaean sekitar 1.600 SM. Meskipun secara administratif sebagai negara bangsa modern baru terbentuk pada tahun 1821, warisan sejarahnya tetap menjadi salah satu yang paling berpengaruh di dunia, bersaing dengan peradaban besar lainnya seperti Mesir, Iran, dan Cina.
Penemuan di Thessaly ini memberikan sudut pandang baru bagi para peneliti mengenai peta kekuatan kota-kota kuno di daratan Yunani. Dengan luas mencapai 30 hektar, kota ini kini masuk dalam daftar situs bersejarah yang akan diteliti lebih lanjut untuk mengungkap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat pada masa lampau.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....